Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

reply

ini kisah tentang sepotong roti yang pernah kita bagi di pagi hari. kala itu, kita berada dikecamuk senioritas. aku mengingatnya dengan kuat, dengan lawas asa takut dan tak berselera. dimulai sejak pagi itu dengan perkenalan sepotong roti, kita merajut asa, adanya kebersamaan dibawah rundung ketakutan kini semua telah berbeda tolong angin, bawakan selir berita bahagia dimana dengan mendengarnya aku mampu menepis lara duhai langit, engkau yang tertinggi dari tingginya keangkuhan bumi yang berusaha melangitkan diri gamblang senyum yang mengambang seolah rentang jarak dan waktu tak menjadi penghalang hitam pekat malam yang menjamu dengan tiada bintang yang ditaburkan aku mengerti dan paham bahwa hadirku tidak sedang ditunggu malah dianggap mengganggu aku memang tak sepantasnya hadir, tanpa ada ruang yang disedia derap langkah sahaja mungkin engkau enggan mendengarnya sekarang ini hanya cerita luka yang meninggalkan bahagia yang berujung nestapa tentang renyah tawa yang...

jangan pergi lagi

goresan berupa lengkung yang kerap menjamu pagi secangkir kopi hangat yang terhidang diatas meja dengan koran disampingnya seolah tidak ada batasan bahagia sayap-sayap yang menjajaki pesona karismamu membiarkan segala kenyamanan bersemayam dalam dada selalu ada kebersamaan yang memahat puing-puing kerinduan lalu ia terbangun dan berdirimegah  terkadang kuredam segala rindu agar aku lupa getir menunggu aku harus pandai mengemas harapan ini pada siluet-siluet yang tak pasti aku bisa saja tercuri maka dari itu kucoba terus berhati-hati mengontrol segala emosi yang bisa jadi esok engkau pergi kadang aku menghimpun segala kekuatan hanya untuk menegakkan kembali hati yang hampir tumbang tak jarang di gelap malam aku merakit pijar benderang dari cahaya matamu sekadar celah untuk menerawang sekadar ruang untuk menikmati sendiri kadang, kala senja kian redup aku membuka memori akan celah hadirmu semakin ku kenang, semakin sayu soreku ah, kukira suryalah yang akan mampi...

Benci yang kini membakar semangatku

     Dalam hidup ini, hati tidak bisa sempurna dengan meniadakan sifat benci dalam hidupnya. Baik dengan alasan yang memang bisa diterima maupun dengan alasan-alasan yang tidak bisa diterima. Dalam hal apapun yang hati kehendaki, ia punya hak untuk menerima dan menolak. Namun demikian, membiasakan hati untuk terus-menerus berada di sisi penolakan tanpa berusaha mempelajari dan memahami tentang hal baru tentu akan membawa kerugian.       Sebagai contoh, saya telah mengalami nya sendiri, yups seperti judul daripada tulisan ini. Benci yang kini membakar semangatku. Kini saya berstatus sebagai mahasiswi semester tiga jurusan biologi. Jika ditanya kenapa saya memilih jurusan ini, ialah karena saya memang menyukai dunia pengamatan, penelitian yang menghasilkan pengetahuan dan penemuan baru. Namun saat orang-orang bertanya, guru ya ?. tentu jawaban saya bukan, tapi biologi murni yah yang secara umum nya saya jelaskan jurusan ini biasanya di laboratorium. D...

yang ku tahu

 Kala itu    seekor kupu-kupu terbang dihadapanku lalu singgah di atas bunga yang sedang ku pegang.  diluar dugaanku, ntah aku yang tiba-tiba mengerti bahasa kupu-kupu atau kupu-kupu itu sebenarnya siluman, ntahlah....       ''duhai manusia, aku kehausan'' ucapnya sambil menatapku yakin ''terbanglah ke arah dari mana datangmu, disana terdapat kebun bunga yang segar, sedang yang kupegang sudah hampir layu di tanganku'' jawabku ''ah, disana mereka terlalu berisik'' tolaknya ''apa yang mereka bahas'' tanyaku ''mereka membahas tentang cinta, aku sendiri tidak tau cinta itu apa, lalu apagunanya aku berada disana kalau hanya untuk minum. hal itu malah membuat emosiku kekurangan cairan lebih parah karena ketidak pahamanku tentang cinta'' tolaknya sembari cemberut ''sudah, coba dulu bergabung, dengarkan dan pahami nanti kamu akan paham'' suruhku ''sebenarnya dari bau semerbak yan...

terima kasih

terima kasih puan sebab telah sudi bertamu di gubuk tua ini terima kasih sebab suka rela meninggalkan nasehat-nasehat petuah terima kasih sebab hadir di tengah pupus sudah kepercayaanku pada kaummu terima kasih sebab mengajari aku membaca ikhlas dalam diri terima kasih sebab mewarnai hari-hari abu-abu  yang pilu terima kasih walau pada akhir cerita, bukan pelangi yang kau ukir setidaknya aku tau rupa jingga dan  mega di ujung senja      di akhir cerita yang menjumpai klimaksnya      kini aku paham betul makna menerima dan melepaskan      kini aku semakin paham bagaimana perihnya melupakan dan dilupakan      aku paham betul lelahnya menyeka air mata karena duka      satu hal terpenting yang mewakili semua rasa       bahwa dari sejarah aku bisa belajar bagaimana menata masa depan  sekali lagi puan  sudimu menjamu daku  tlah mengukir kesan indah yang akan trus...

tetap melangkah dan tersenyumlah

Di jalan ini, jalan yang kupilih dua pekan silam. jalan yang mengarahkan arah langkahku untuk pergi meninggalkan istana gula-gula,  istana tempat para pemimpi dipersila terlelap dan bermimpi semanis gula-gula, di istana ini mereka senantiasa di putarkan nada-nada syahdu agar tidurnya nyenyak, yang nantinya akan membawa mereka kepada mimpi yang mereka anggap keabadian.     Di istana gula-gula apapun aktivitasnya semuanya terasa manis, apapun isi syairnya semuanya membuat terlena, apapun atraksi yang ditampilkan semuanya mengagumkan, semuanya diputar ketika kita terlelap, didunia mimpi kita bisa menjadi apapun yang kita mau, kita bisa mendapatkan apapun yang kita inginkan,  tapi aku sadar itu hanya kebahagiaan semu. sungguh aku tlah jauh tertinggal dari kehidupan nyata, angan-angan menenggelamkan logikaku, aku harus bangkit, meraih mimpi dan bukan hanya bermimpi. yup, aku memilih keluar dari area nyaman ini, meninggalkan halaman-halaman manis lolipop, selamat ti...
gadis hujan Debur ombak yang berlarian mengejar pantai, hamparan langit biru yang membentang, sesekali sepoi sesekali badai angin ditepi pantai yang kadang menyapa lembut dan menarik kuat jilbabnya yang lebar itu. Ini bukan kali pertama aku menyelami perangainya karena memang kita kebetulan berada di komunitas yang sama, dimana agenda-agenda yang kita lakukan biasanya merujuk kepada alam dan disinilah aku benar-benar tertarik untuk memperhatikan gerak-geriknya. Saat di atas bukit contohnya, kadang bising sekali mendengar ocehannya, namun sisi lain seneng juga dapat teman seperti itu , ocehannya menghibur di perjalanan tapi kadang aku heran apa dia tidak lelah mendaki sambil mengoceh. Dari puluhan pendaki dia lah orang  yang begitu bersemangat seolah ingin membawa bukit itu bersamanya kembali ke rumah, seolah akan dipeluknya selalu keindahan-keindahan yang tertangkap oleh matanya lebih parahnya lagi saat kita telah berada di puncak saat sifat aktif nya telah berkolab...
sumber inspirasi Pada lembar-lembar harian yang kita tulis setelah mengalami hari-hari yang berwarna,  tanpa perduli apakah itu penuh kecerahan atau abu-abu atau bahkan gelap nan legam, cerita itu tentu tidak lepas daripada partisipasi lingkungan sekitar, ntah nantinya cerita itu akan di dominasi oleh mereka,  sedang kamu hanya figuran atau bahkan lembaran itu berisi kisahmu sebagai hero dan orang-orang hanya sebagai penonton. Tulisan ini saya tulis untuk mereka yang tidak pernah bisa mengatakan ''tidak'' ketika mereka dimintai pertolongan atau kesanggupan untuk mengemban tanggung jawab atau mengambil alih amanah orang lain. Tulisan ini saya tulis terinspirasi dari salah seorang penulis yang memiliki kelemahan dalam bidang ini, yaitu tidak bisa menolak. Dimana orang ini telah berhasil menjadi pelakon utama dalam lembaran sejarah hidup saya untuk sehari.                                  ...
Kamar rahasia Pada kamar-kamar hati terdapat khusus ruang untuk merindui namamu, ada lorong-lorong dan jalan tikus untuk sampai kesana. Itu kamar sangat rahasia bahkan tetangga di kamarnya pun tidak mengetahui bahwa kamar itu berpenghuni. Bagaimana mungkin mereka bisa tau sedang dirimu tak pernah mau keluar, seolah tidur untuk selamanya disana. Kamar itu tlah berhasil terisi oleh rupa bayangmu. Seolah semua gambar didinding tiada celah tanpa wajahmu. Dikamar itu, kutemukan muara lelahku yang kau rapikan agar aku bersemangat kembali. Dikamar itu kau bisa menjadi komika,  agar bila aku bosan kau menghiburku dengan itu sampai gelagak tercipta. Ruang itu sunngguh sangat rahasia, tapi tak tau mengapa seperti terhipnotis, aku selalu tau arah kesana tanpa takut dan khawatir akan tersesat. setiap hari, diwaktu senggangku ruang itu selalu mengajakku kembali untuk bermain dan menghidupkan rekaman-rekaman masa lalunya. Setelah disana ia mengajakku tertawa, mengajakku menangis dan kadang ...

Selamanya Cinta-Alif Satar & Shila Amzah (OST Suri Hati Mr Pilot)

asma

Sebuah asma Terkhusus sebuah nama yang jauh pengembaraannya Ntah mengapa begitu lekat fikiranku mengenangnya kadang-kadang perasaan ini memburu ku begitu laju seolah ia tak memberi ku ruang untuk untuk bersabar dan menunggu menunggu untuk sebuah ketepatan waktu asma-mu ialah rapalan terindah yang keluar dari bibir ku tampuk lelahku-pun masih terus menyenandungkan asma -mu samar-samar terus kudengar halus suaramu asumsiku ialah bahwa asma -mu akan lesap dalam jarak ternyata yang lesap ialah akalku kadang-kadang kukira itu kamu dibelakangku ternyata ia rekaman yang tersimpan di relung qalbu dan bercanda ria dikamar-kamar sanubariku bahkan malam-malam desau angin ku kira itu candamu membisikiku kau terus saja menjelma menjadi apa saja, sehingga kadang aku menyibukkan diri menjadi gelandangan ditengah jalan-jalan asa aku memungut segala kuat yang kupunya  untuk melupakan mu yang tak kan pernah tau keberadaanku ...

menunggu

Menunggu Ntah bagaimana canda kita yang tak begitu porak terasa begitu mengusik kesunyian Senda-senda yang menghantar kita pada pinggir kesendirian Membawa kita pada gelanggang kebahagiaan Pada jarak yang tak pernah mampu untuk ku taklukkan Pada alasan yang tak termaknai dengan kata bahasa dan tulisan Aku ialah fajar dan senja yang bercengkerama menanti Biarkata ragamu jauh, aku dan mohonku untukmu ialah semati Dengan fajar kusetia menyisir terang untuk sebuah kata kembali Dengan senja kusetia menderma untuk jumpa yang kuyakin pasti terjadi Do’aku tidaklah lari dari pada menyuratkan namamu Ia terus memeluk, menjaga dan mengejarmu  dalam lelap dan terjaganya dirimu Diatas bumi kuhamparkan jemari untukmu pintaku  terus terpateri Pada langit ku simpul pertalian untuk namamu daki Biarlah sajakku ini menjelma kedalam malam Membuai diri untuk mengejamu lebih tentram          ...