Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2022

Dialog Satu Arah

Hai, apa kabar ? Sibuk apa sekarang? Cukup lama ya tidak saling menyapa                Tak ada canda yang ceria                Tak ada cerita duka yang membuat panjang obrolan untuk saling menguatkan                Tak ada lagi "bagaimana hari ini?" Sederhana                   Namun penuh tunggu bahkan ia sangat berjasa karena selalu berhasil  memulai cerita                   Tak ada kisah yang ingin ku ulang                     Aku hanya sedang merapikan apa yang harus ku buang dan apa yang harus kku pertahankan Tapi tak mengapa   Mungkin dengan demikian menambah kedewasaan mental kita Tapi aku ingin berkisah sedikit tentang diriku Masih sama  Masih sering keluar cari ang...

Obrolan receh dikepalaku

Lucu yaa, saat ini kita sibuk berdialog dengan diri sendiri Menanyakan pencapaian Menanyakan peran Menanyakan target  Menjunjung ekspektasi  Membantah logika Menolak realita dan fakta Entah untuk memuaskan tanya yang tak pernah kenyang akan sebuah jawaban Entah untuk melepaskan sumpah serapah yang bersemayam di kepala karena amarah tak pernah benar-benar ia kasih muka Ataukah sekadar menghibur diri, sembari memeluk Atma  Padahal Kepastian jelas-jelas hanya milik Tuhan Tidak mengapa belum Sebab pencapaian tak melulu soal setara sejawat Tidak mengapa belum, Sebab tujuan bukan soal nominal celengan Tidak mengapa belum, Sebab Garis start, jenis duri Jenis tanjakan dan  Kedalaman lubang dijalan tidaklah sama aaagh sefrustasi itu memang ya Siapa yang akan menyangka bahwa memilih menjadi dewasa sedemikian hantaman yang harus diterima Tentang pilihan yang tak selalu sesuai harapan Tentang pertemuan asing yang berakhir dengan cara merungsing Tentang segala pernah yang harus m...

aku menyebutnya "apa"

Sudut dimana aku bisa menemukan sesuatu yang bisa ku sebut "aku" yup walau tidak seutuhnya karena bagaimanapun, apapun yang ada di dunia ini adalah titipan bukan ? aku ingin menyebutnya  tak ada yang lebih kusukai selain ini~ tapi apa artinya bila semua orang yang memandangnya pun berkata demikian?  ke-aku-an yang fana yang pada akhirnya akan dimiliki bersama bukankah seorang filsuf berkata bahwa cinta itu egois, keserakahan menyelimuti orang-orang yang jatuh cinta ia akan marah ketika yang dicintainya menjadi milik bersama dan siapapun yang tidak siap berada dalam keterikatan maka janganlah mengikat diri ah bagaimana ini ?  haruskah kuakui bahwa lagi dan lagi aku tak pernah benar-benar memiliki apa yang ku inginkan bahkan ketika aku merasa ia ada didalam genggangamku  but wait, tentu saja bisa bukankah pasir itu semakin di genggam semakin banyak ia terjatuh akankah keindahan yang ada di hadapan ku kini juga demikian semakin erat ku anggap ia milikku ku semakin jauh ...