Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

tentang jumpa dan berlalu

barangkali ada sumringah dan tawa yang pecah dalam perjumpaan barangkali ada tangis dan pedih yang menyusup dalam salam perpisahan siapa kita yang egois ingin selalu menggenggam kebersamaan ? namun lupa pasangan dari sapa jumpa adalah salam pamit barangkali kita adalah yang paling jengkel ketika dijaili barangkali kita adalah yang paling sinis ketika dicandai atau mungkin kitalah yang paling jail dalam mangusik dan mengganggu hanya saja kadang kita lupa diri, ketika kita sangat ingin seolah sungguh berdosa bila tak dituruti, namun bila hati sedang sungguh malas kitalah yang paling keras menolak balas ada ego yang tak bisa dipungkiri dalam menyikapi keinginan hati

aku bahagia

Lama berlalu Sejak aku kehilangan sebuah nama Langit kala itu menerjunkan laskar beningnya Hingga terhapus bekas alir duka dipipi Gumpal awal yang menggunung Sesak dada membayang esok yang tiada akan dirimu Tapi aku sungguh terlalu Menduka ketika kau tak pantas untuk aku mendaku Sedang janji langit pasti Adanya pertemuan dan perpisahan Biarkan aku mengalah pada egoku Dan kutinggikan harapku sahaja pada yang maha kuasa Sudah jangan ada lagi janji yang menanti Sebab sang perpisahan sudah menunggu pasti Bebas malam menyelimutiku Biarkan sahaja tangisku pecah menggema Mohon pahami laraku Tak hingga rintih sendu menyusup Atau kecewa akan mengakar Kan kau saksikan bahwa akulah yang paling sabar Dirundung pilu, didesak nestapa Menyiram gundah yang tak pantas bertamu Mengusir tamu-tamu yang bermuka dua menjauhi pekarangan hati Biarkan aku sibuk merencanakan bagaimana esok aku tersenyum Biarkan aku mempersiapkan topeng tawa penuh senda Mak...

Bertuankah cintaku

Tatap matamu dalam remang hayalku Mengurai sepi nan sunyi di paling kalbu Renyah tawa yang enggan tuk enyah Masih terngiang dan ku balas senyum ramah Mula-mula rona tiba-tiba jingga Oh kepada sang pujangga Bait-bait tergores dari serumpun aksara Sajak-sajak tercipta merangkai rima Aku dihadapan kelip gemintang Terpejam dan bergumam Bersamamu aku tenteram Meski harus kutapaki rindu yang berbukit Bahkan curam cemburu begitu melangit Namun sungguh tak kurasa terusik Karena jatuh hati kepadamu Merangkai asa yang mengajak berdansa Biar kusemai dan ku siram benih didada Hingga kita bersua di tepatnya masa Tahukah puan Dalam cinta tiada yang lebih di tunggu selain temu Tiada yang lebih dinanti daripada   me-rupa-kan cinta kasih Tak perduli di temaram malam Harus ku anyam rindu yang berdendang Atau kupilih diam, memejam dan bertuankah cintaku ?