Dalam hidup ini, hati tidak bisa sempurna dengan meniadakan sifat benci dalam hidupnya. Baik dengan alasan yang memang bisa diterima maupun dengan alasan-alasan yang tidak bisa diterima. Dalam hal apapun yang hati kehendaki, ia punya hak untuk menerima dan menolak. Namun demikian, membiasakan hati untuk terus-menerus berada di sisi penolakan tanpa berusaha mempelajari dan memahami tentang hal baru tentu akan membawa kerugian. Sebagai contoh, saya telah mengalami nya sendiri, yups seperti judul daripada tulisan ini. Benci yang kini membakar semangatku. Kini saya berstatus sebagai mahasiswi semester tiga jurusan biologi. Jika ditanya kenapa saya memilih jurusan ini, ialah karena saya memang menyukai dunia pengamatan, penelitian yang menghasilkan pengetahuan dan penemuan baru. Namun saat orang-orang bertanya, guru ya ?. tentu jawaban saya bukan, tapi biologi murni yah yang secara umum nya saya jelaskan jurusan ini biasanya di laboratorium. D...