Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

Benci yang kini membakar semangatku

     Dalam hidup ini, hati tidak bisa sempurna dengan meniadakan sifat benci dalam hidupnya. Baik dengan alasan yang memang bisa diterima maupun dengan alasan-alasan yang tidak bisa diterima. Dalam hal apapun yang hati kehendaki, ia punya hak untuk menerima dan menolak. Namun demikian, membiasakan hati untuk terus-menerus berada di sisi penolakan tanpa berusaha mempelajari dan memahami tentang hal baru tentu akan membawa kerugian.       Sebagai contoh, saya telah mengalami nya sendiri, yups seperti judul daripada tulisan ini. Benci yang kini membakar semangatku. Kini saya berstatus sebagai mahasiswi semester tiga jurusan biologi. Jika ditanya kenapa saya memilih jurusan ini, ialah karena saya memang menyukai dunia pengamatan, penelitian yang menghasilkan pengetahuan dan penemuan baru. Namun saat orang-orang bertanya, guru ya ?. tentu jawaban saya bukan, tapi biologi murni yah yang secara umum nya saya jelaskan jurusan ini biasanya di laboratorium. D...

yang ku tahu

 Kala itu    seekor kupu-kupu terbang dihadapanku lalu singgah di atas bunga yang sedang ku pegang.  diluar dugaanku, ntah aku yang tiba-tiba mengerti bahasa kupu-kupu atau kupu-kupu itu sebenarnya siluman, ntahlah....       ''duhai manusia, aku kehausan'' ucapnya sambil menatapku yakin ''terbanglah ke arah dari mana datangmu, disana terdapat kebun bunga yang segar, sedang yang kupegang sudah hampir layu di tanganku'' jawabku ''ah, disana mereka terlalu berisik'' tolaknya ''apa yang mereka bahas'' tanyaku ''mereka membahas tentang cinta, aku sendiri tidak tau cinta itu apa, lalu apagunanya aku berada disana kalau hanya untuk minum. hal itu malah membuat emosiku kekurangan cairan lebih parah karena ketidak pahamanku tentang cinta'' tolaknya sembari cemberut ''sudah, coba dulu bergabung, dengarkan dan pahami nanti kamu akan paham'' suruhku ''sebenarnya dari bau semerbak yan...

terima kasih

terima kasih puan sebab telah sudi bertamu di gubuk tua ini terima kasih sebab suka rela meninggalkan nasehat-nasehat petuah terima kasih sebab hadir di tengah pupus sudah kepercayaanku pada kaummu terima kasih sebab mengajari aku membaca ikhlas dalam diri terima kasih sebab mewarnai hari-hari abu-abu  yang pilu terima kasih walau pada akhir cerita, bukan pelangi yang kau ukir setidaknya aku tau rupa jingga dan  mega di ujung senja      di akhir cerita yang menjumpai klimaksnya      kini aku paham betul makna menerima dan melepaskan      kini aku semakin paham bagaimana perihnya melupakan dan dilupakan      aku paham betul lelahnya menyeka air mata karena duka      satu hal terpenting yang mewakili semua rasa       bahwa dari sejarah aku bisa belajar bagaimana menata masa depan  sekali lagi puan  sudimu menjamu daku  tlah mengukir kesan indah yang akan trus...

tetap melangkah dan tersenyumlah

Di jalan ini, jalan yang kupilih dua pekan silam. jalan yang mengarahkan arah langkahku untuk pergi meninggalkan istana gula-gula,  istana tempat para pemimpi dipersila terlelap dan bermimpi semanis gula-gula, di istana ini mereka senantiasa di putarkan nada-nada syahdu agar tidurnya nyenyak, yang nantinya akan membawa mereka kepada mimpi yang mereka anggap keabadian.     Di istana gula-gula apapun aktivitasnya semuanya terasa manis, apapun isi syairnya semuanya membuat terlena, apapun atraksi yang ditampilkan semuanya mengagumkan, semuanya diputar ketika kita terlelap, didunia mimpi kita bisa menjadi apapun yang kita mau, kita bisa mendapatkan apapun yang kita inginkan,  tapi aku sadar itu hanya kebahagiaan semu. sungguh aku tlah jauh tertinggal dari kehidupan nyata, angan-angan menenggelamkan logikaku, aku harus bangkit, meraih mimpi dan bukan hanya bermimpi. yup, aku memilih keluar dari area nyaman ini, meninggalkan halaman-halaman manis lolipop, selamat ti...
gadis hujan Debur ombak yang berlarian mengejar pantai, hamparan langit biru yang membentang, sesekali sepoi sesekali badai angin ditepi pantai yang kadang menyapa lembut dan menarik kuat jilbabnya yang lebar itu. Ini bukan kali pertama aku menyelami perangainya karena memang kita kebetulan berada di komunitas yang sama, dimana agenda-agenda yang kita lakukan biasanya merujuk kepada alam dan disinilah aku benar-benar tertarik untuk memperhatikan gerak-geriknya. Saat di atas bukit contohnya, kadang bising sekali mendengar ocehannya, namun sisi lain seneng juga dapat teman seperti itu , ocehannya menghibur di perjalanan tapi kadang aku heran apa dia tidak lelah mendaki sambil mengoceh. Dari puluhan pendaki dia lah orang  yang begitu bersemangat seolah ingin membawa bukit itu bersamanya kembali ke rumah, seolah akan dipeluknya selalu keindahan-keindahan yang tertangkap oleh matanya lebih parahnya lagi saat kita telah berada di puncak saat sifat aktif nya telah berkolab...
sumber inspirasi Pada lembar-lembar harian yang kita tulis setelah mengalami hari-hari yang berwarna,  tanpa perduli apakah itu penuh kecerahan atau abu-abu atau bahkan gelap nan legam, cerita itu tentu tidak lepas daripada partisipasi lingkungan sekitar, ntah nantinya cerita itu akan di dominasi oleh mereka,  sedang kamu hanya figuran atau bahkan lembaran itu berisi kisahmu sebagai hero dan orang-orang hanya sebagai penonton. Tulisan ini saya tulis untuk mereka yang tidak pernah bisa mengatakan ''tidak'' ketika mereka dimintai pertolongan atau kesanggupan untuk mengemban tanggung jawab atau mengambil alih amanah orang lain. Tulisan ini saya tulis terinspirasi dari salah seorang penulis yang memiliki kelemahan dalam bidang ini, yaitu tidak bisa menolak. Dimana orang ini telah berhasil menjadi pelakon utama dalam lembaran sejarah hidup saya untuk sehari.                                  ...
Kamar rahasia Pada kamar-kamar hati terdapat khusus ruang untuk merindui namamu, ada lorong-lorong dan jalan tikus untuk sampai kesana. Itu kamar sangat rahasia bahkan tetangga di kamarnya pun tidak mengetahui bahwa kamar itu berpenghuni. Bagaimana mungkin mereka bisa tau sedang dirimu tak pernah mau keluar, seolah tidur untuk selamanya disana. Kamar itu tlah berhasil terisi oleh rupa bayangmu. Seolah semua gambar didinding tiada celah tanpa wajahmu. Dikamar itu, kutemukan muara lelahku yang kau rapikan agar aku bersemangat kembali. Dikamar itu kau bisa menjadi komika,  agar bila aku bosan kau menghiburku dengan itu sampai gelagak tercipta. Ruang itu sunngguh sangat rahasia, tapi tak tau mengapa seperti terhipnotis, aku selalu tau arah kesana tanpa takut dan khawatir akan tersesat. setiap hari, diwaktu senggangku ruang itu selalu mengajakku kembali untuk bermain dan menghidupkan rekaman-rekaman masa lalunya. Setelah disana ia mengajakku tertawa, mengajakku menangis dan kadang ...