Di jalan ini, jalan yang kupilih dua pekan silam. jalan yang mengarahkan arah langkahku untuk pergi meninggalkan istana gula-gula, istana tempat para pemimpi dipersila terlelap dan bermimpi semanis gula-gula, di istana ini mereka senantiasa di putarkan nada-nada syahdu agar tidurnya nyenyak, yang nantinya akan membawa mereka kepada mimpi yang mereka anggap keabadian.
Di istana gula-gula apapun aktivitasnya semuanya terasa manis, apapun isi syairnya semuanya membuat terlena, apapun atraksi yang ditampilkan semuanya mengagumkan, semuanya diputar ketika kita terlelap, didunia mimpi kita bisa menjadi apapun yang kita mau, kita bisa mendapatkan apapun yang kita inginkan, tapi aku sadar itu hanya kebahagiaan semu. sungguh aku tlah jauh tertinggal dari kehidupan nyata, angan-angan menenggelamkan logikaku, aku harus bangkit, meraih mimpi dan bukan hanya bermimpi. yup, aku memilih keluar dari area nyaman ini, meninggalkan halaman-halaman manis lolipop, selamat tinggal kerajaan gula-gula.
Meski kini didalam perjalananku tersandung dan tergelincir sudah menjadi teman seperjalanan, tapi aku bersyukur bahwa aku tidak menyesal memilih keluar. aku bersyukur akan banyaknya alasan yang kutemukan di jalan yang menguatku untuk pergi. meski kadang tersesat berhasil meluncurkan air mata di pipi, aku harus bangkit. mereka yang terlena disana selalu berhasil menarik cemburuku, tapi percayalah aku sabar dalam perjalananku. hidup harus terus berjalan, senyum harus terus di lengkungkan. karena bahagia tidak harus pada satu tempat, satu naungan apalagi satu orang.
Kini, aku tak lagi frustasi oleh gusar yang kerap datang, aku sudah biasa, aku sudah kebal akan perihnya, aku percaya bahwa aku akan bahagia walau tidak di istana gula-gula. jika kelak aku temukan para pemimpi dalam didepan lintasanku, aku pandai bersembunyi dibalik cahaya mataku, sehingga walaupun saat itu hatiku layu mereka tidak akan sadar karena mereka masih mabuk pada kebahagiaan dari istana gula-gula.
Percayalah aku kuat, aku kuat pada siluet tekad terpendam, aku percaya pada Tuhan yang menciptakan. ia menciptakan sedih dan bahagia bersinggungan, besarnya persentase bahagia terdapat pada besarnya rasa syukurmu, dan kecilnya persentase sedihmu terletak pada sejauh mana kamu berserah diri pada-Nya.

Komentar
Posting Komentar