Langsung ke konten utama
gadis hujan

Debur ombak yang berlarian mengejar pantai, hamparan langit biru yang membentang, sesekali sepoi sesekali badai angin ditepi pantai yang kadang menyapa lembut dan menarik kuat jilbabnya yang lebar itu. Ini bukan kali pertama aku menyelami perangainya karena memang kita kebetulan berada di komunitas yang sama, dimana agenda-agenda yang kita lakukan biasanya merujuk kepada alam dan disinilah aku benar-benar tertarik untuk memperhatikan gerak-geriknya. Saat di atas bukit contohnya, kadang bising sekali mendengar ocehannya, namun sisi lain seneng juga dapat teman seperti itu , ocehannya menghibur di perjalanan tapi kadang aku heran apa dia tidak lelah mendaki sambil mengoceh. Dari puluhan pendaki dia lah orang  yang begitu bersemangat seolah ingin membawa bukit itu bersamanya kembali ke rumah, seolah akan dipeluknya selalu keindahan-keindahan yang tertangkap oleh matanya lebih parahnya lagi saat kita telah berada di puncak saat sifat aktif nya telah berkolaborasi dengan hobby nya dalam memotret kadang melahirkan sifat baru yang kukira bisa membahayakan keselamatan jiwanya, ‘’nekat’’ ketika dia merasa sangat jatuh cinta terhadap alam, dia akan melakukan apa saja untuk menjepret view terbaik.   Begitulah Arash gadis periang yang kukenal setahun lalu, pecinta alam sejati. Namun sebelum itu, sebelum aku mengenalnya dalam suatu komunitas aku telah lebih dulu sering memperhatikannya di kampus, saat gerimis. Dimana biasanya kebanyakan orang-orang yang berada di parkiran akan memilih untuk berteduh  terlebih dahulu karena khawatir akan hujan lebat, dan orang-orang yang berada dijalan raya akan menepi untuk memasang mantel atau yang tidak ada mantel akan singgah menunggu reda. Berbeda sekali Arash satu ini, dia bahkan dengan gagah nya menantang gerimis atau bahkan hujan, dibawah gerimis itu sambil berjalan dia telentangkan telapak tangannya. Ini aneh bagiku, sangat aneh bahkan. Seolah ia telah menyatu dengan gerimis itu sehingga tiada alasan untuk iya kembali sekadar menghindari basah walaupun akan ada jam kuliah atau agenda organisasi lainnya. Iya, dari sinilah pandanganku tertarik untuk selalu memperhatikannya, memperhatikan keunikannya yang sangat kontras berbeda dari manusia pada umumnya. Sekali, iya sekali aku melihatnya berhambur bersama orang-orang ketika gerimis. Hari itu bagian paling lucu dari bagian hidupnya yang pernah kulihat, dari semua sifat uniknya yang ku kagumi. Awalnya seperti biasa saat gerimis datang dan orang-orang mulai berhamburan mencari tempat berteduh ia masih asik menikmati tiap rintik sampai akhirnya
‘’cheeeeeerrrrrrr’’ kilat menyambar
Sontak Ia pun berlarian mengejar naungan, asli itu bagian paling lucu dari kebiasaannya, padahal masih seneng-senengnya mencumbui hujan eh malah kepergok petir. agaknya ia memang takut petir, dan bagiku itu jaga wajar sih, bahaya juga kan.
‘’assalamu’alaikum Aqly’’
‘’wa’alaikumussalam warahmatullah’’
‘’begini naqly, Arash mau minta tolong buat nge-print-kan bendera untuk besok, soalnya co hpd tadi menyarankan Arash untuk meminta antum yang  nge-print-kan, soalnya 10 menit lagi kelas saya akan dimulai’’
‘’oh iya tentu’’
‘’syukron’’
‘’afwan’’
Percakapan itu masih ku ingat dengan hangat, saat dimana detak jantung ini seolah berhenti sesaat, stuck in the moment gitu lah kalau kata justin bieber, sapaan pertamanya kepadaku setahun lalu, ketika aku menjadi staff hpd di sebuah kepanitiaan prokja HMJ.
Pernah sekali aku berkesempatan mengobrol agak panjang dengannya, saat hujan benar-benar lebat, dibawah naungan atap kantin hijau kampus tempat puluhan mahasiswa memilih untuk berteduh dan disitu ku temukan dia salah satunya. Awalnya aku sama sekali tidak mengenalinya, hanya saja dari punggungnya seperti tak asing bagiku dengan jilbab panjang yang menutupi sebagian tubuhnya, ditemani salah seorang teman karibnya yang berjilbab tidak terlalu panjang tapi cukup menutup dada yang kukenal betul dia adalah kak Azizah yang akrab dipanggil kak Zii oleh para staff hpd.  Aku mulai memberanikan diri untuk menyapa mereka lebih dulu.
‘assalamu’alaikum kak zii, Arash’ salamku
‘wa’alaikumussalam warahmatullah’ jawab mereka serentak
‘udah lama nunggu di sini kak’ tanyaku basa-basi
‘lumayan ly, Aqly sendiri sampai basah kuyup begitu kelamaan di parkiran yah’’ tanya kak zii
‘iya kak, tadi parkirannya penuh jadi agak susah ngeluarin motornya, maunya langsung tancap gas tapi ternyata ujannya tambah deras dan awet gini, jadi telat nyelamatin diri dari basah kan jadinya’ jawabku sambil tertawa ringan
‘hehe, beda bener ya kita sama Arash, mungkin satu fakultas ini hanya dia yang senang sekali basah-basahan saat hujan’
‘kok bawa-bawa Arash kak’ celetuk Arash menimpali
‘laa, bener kok tadi aja kesini karena kamu kasian kan sama kakak, kalau ndak ada kakak mungkin sekarang kamu lagi mesra-mesraan  sama ujan dijalan’ jawab kak zii
‘ iya Arash, aqly juga sering ngeliat arash kayak main air hujan gitu apalagi pas gerimis kayanya seneng bener dibawahnya’ tanyaku penasaran menimpali pernyataan kak zii
‘gimana ya, kalau udah suka ya gitu’ jawabnya singkat
‘apa yang membuatmu menyukai hujan’ tanyaku
‘hujan itu Rahmat dari Allah ta’ala gimana mungkin aku membiarkan raga ini tidak menyentuhnya, dan juga tenang dikala hujan juga moment istimewa bagiku’ jawabnya anggun seperti biasanya tapi tidak meninggalkan raut periangnya
‘apa yang begitu istimewa darinya, selain daripada rahmat dan basah’ tanyaku semakin penasaran
‘sebagai anak laskar dari pedalaman yang merantau jauh dari kehidupan dengan status keluarga, hujan seperti rekaman yang selalu bisa kuputar saat ku ingin’ senyum simpul menyertai kalimatnya tanpa menatap kepada siapa ia bicara, ia hanya menatap hujan
‘kamu terlalu dramatis Arash, nanti Aqly baper pula’ celetuk kak zii dari sampingnya
‘astagfirullah, tapi memang begitu adanya kak zii’ jawab Arash sambil menggenggam tangan kak zii, yang memperlihatkan sekali Arash sedang malu-malu
Karena semakin penasaran aku pun berulang kali menyuguhnya pertanyaan tentang hobby nya itu apalagi setelah mendengar sedikit alasan darinya.
‘rekaman seperti apa maksudmu Arash’ tanyaku lagi
‘dikampungku saat-saat paling hangat bagi anggota keluarga ya saat hujan, saat semua anggota keluarga akan meninggalkan atau menyudahi pekerjaan masing-masing mereka, ntah saat di kebun, di ladang, maupun di danau, saat itu mereka akan kembali kerumah dan berkumpul bersama keluarga, dari situlah akan terdengar cerita-cerita terdahulu dari para orang tua, dan dikeluargaku ibu dan aku adalah dalng terbaik, sedang ayah biasanya yang menjadi sasaran untuk di jailin, ayah selalu tau cara mengalah dan membuat aku dan ibu tertawa bahagia, walau begitu dia ayah paling bijak yang kupunya, saat hujan dialah yang mengumpulkan kami sekadar melepas lelah. sedangkan saat jauh seperti ini mana bisa aku merasakan kehangatan saat seperti itu, syukurnya saat hujan lah aku bisa mengenangnya dan membuatku seolah berada di masa itu’ jelasnya panjang lebar
‘owh seperti itu’ jawabku puas karena telah mengetahui jawabannya
‘lalu, kapan saat terbaik hujan yang kau rasakan selain tiap hujan yang membawamu merasakan kehangatan bersama keluarga ?’’ tanyaku lagi
‘saat terbaik kudapatkan sekitar seminggu yang lalu, saat itu Arash berada di salah sebuah masjid besar di kota ini, tepatnya ba’da isya. Selesai sholat tanpa kusadari diluar tengah gerimis, tentu saja aku bahagia luar biasa tapi dibalik kebahagiaanku aku juga memikirkan kesehatanku, jadi kuputuskan untuk menunggu di halaman masjid, seperti biasanya aku selalu mengulurkan telapak tangan untuk sekadar bersalaman dengan gerimis, saat itu dilangit malam dengan penerangan lampu-lampu masjid, cahaya seolah jatuh bersama hujan, bulir hujan yang menitik seolah mengurung cahaya didalamnya, indah sekali. Aku jatuh cinta untuk bilangan yang tak mampu ku hitung terhadap hujan’. Eritanya dengan bangga
‘Arash hujan reda,jom balik’ kak Zii, mengingatkan
‘jom kak’ jawabnya singkat
‘Aqly, kakak dan Arash pergi dulu yah’
‘iya kak, hati-hati, Arash juga’
Hari itu hari terbaik dalam hidupku setelah sekian lama sering memperhatikannya.
Bagiku dia memang gadis hujan yang unik. Apapun tentangnya semuanya kesempurnaan.
Kecintaannya terhadap hujan selalu berhasil mengusik rasa penasaranku, aku pernah melihatnya begitu anteng, didekat jendela gedung baru lantai dua. Sambil mengulurkan tangannya dan menengadahkan telapak tangannya ia seperti tengah bertelepati, berbicara dengan hujan yang menyapa pribumi dan bahkan menyapa Arash dengan tenang. sesekali ia menyunggingkan senyum ayu nya, menunjukkan bahwa ia sangat  menikmati saat itu.

                                     kesempurnaan paripurna senja
pada rintik gerimis senja,
 orange tersenyum dengan ramah 
sepasang sifat unik yang hidup dijiwanya
 periang anggun yang memesona
menambah rona sang jingga
dia yang berdiri menantang mega
aku tertawan pada karismanya
selarik kata untuk memujinya
kamu kesempurnaan paripurna senja




Komentar

Postingan populer dari blog ini

BLOG

a.        Pengertian             blog merupakan jurnal yang disediakan pada oleh world wide web yang saling berhubungan dan dapat di akses melalui internet.             Weblog merupakan  teks dokumen, gambar, objek media dan data yang tersusun secara hierarkis dan menurut berurutan berdasarkan waktu  tertentu yang dapat dilihat melalui browser, karena blog merupakan perjalanan yang berkesinambungan dengan panduan logika yang berkelanjutan dan konsisten.             Blog merupakan publikasi secara periodik  dan tetap mengenai pemikiran masing-masing orang dan juga link web. b.       Tujuan dibuatnya blog 1.       Berbagi informasi 2.       Berniaga 3.       Meny...

Tunawicara

mungkinkah kita adalah dua orang berbeda dengan karakter yang sama ? antara pendiam atau memang masih kalah melawan ego masing-masing atau memang diantara kita sudah tidak ada ketertarikan untuk memperbaiki segalanya entahlah entahlah entahlah kita sungguh seperti dua orang yang cacat bicara lucu bukan dua orang yang pernah mengaku saling cinta, dengan mudah melupa lucu bukan yang dulunya selalu menjadi yang disematkan kini menjadi yang di sembunyikan aku jadi ragu apa cinta yang pernah kita hantarkan kepada hati masing-masing dulu benar adanya dapat dimaknai "mari saling memiliki dan saling menjaga" ataukah hanya "aku suka gaya rambutmu atau aku suka senyum manismu ?" mendadak aku menjadi ragu rencana-rencana yang sebelumnya patah lalu diperjuangkan kembali, lalu kini berserakan tanpa meninggalkan puing hanya debu yang berserakan debu yang terhirup dan menyesakkan, sembari arwah-arwah kenangan masih menghantui dan bergentayangan di pelupuk bayang...
JANGAN TANYA AKU DIMANA, AKU SENANTIASA ADA HANYA SAJA  SUDAH TAK  LAGI DI SUDUT DAMBA MATAMU OWH TIDAK-TIDAK MALAM INI AKU INGIN MENGAJAKMU BERKELANA KEDALAM ISI KEPALAKU YANG TAK KU PASTIKAN APAKAH IA BENAR-BENAR MASIH "BERISI" DIKSI ATAUKAH KESELURUHAN DARINYA ADALAH TENTANG LELAH FISIK YANG IA PENDAM  IA KELUARKAN HANYA DI SUDUT KAMAR POJOK KANAN DARI ARAH PINTU MASUK DUH LANGSUNG SAJA . . .  SUDIKAH PUAN ??? MENDENGAR SEDIKIT RINTIHAN ATAU MUNGKIN CEKIKIKAN YANG SEDIKIT BANYAK SANGAT BERHASIL AKU SEMBUNYIKAN ENTAH AKU HARUS BERTANYA APAKAH SECEPAT ITU HATIMU BERPALING ? BAHKAN TEMPE YANG KU GORENG SAJA PERLU RIBUAAN DETIK UNTUK BENAR-BENAR KU BALIKKAN (API KECIL, WKWK) ORANG TAU APA TENTANG APA YANG KAMU PERJUANGKAN  BELI  BAJU BARU DEMI NEMENIN SI DOI ? TERNYATA GA JADI KEMANA-MANA APA YANG KAMU RASAKAN KETIKA MEMBAYANGKAN ADA DI POSISI INI SUDAH-SUDAH TUGAS MU BUKAN UNTUK MENGEJA SETIAP EMOSI YANG AKU TULISKAN TUGASMU HANYA MENDENGARKAN DENGAN TELING...