Langsung ke konten utama

Benci yang kini membakar semangatku



     Dalam hidup ini, hati tidak bisa sempurna dengan meniadakan sifat benci dalam hidupnya. Baik dengan alasan yang memang bisa diterima maupun dengan alasan-alasan yang tidak bisa diterima. Dalam hal apapun yang hati kehendaki, ia punya hak untuk menerima dan menolak. Namun demikian, membiasakan hati untuk terus-menerus berada di sisi penolakan tanpa berusaha mempelajari dan memahami tentang hal baru tentu akan membawa kerugian.
      Sebagai contoh, saya telah mengalami nya sendiri, yups seperti judul daripada tulisan ini. Benci yang kini membakar semangatku. Kini saya berstatus sebagai mahasiswi semester tiga jurusan biologi. Jika ditanya kenapa saya memilih jurusan ini, ialah karena saya memang menyukai dunia pengamatan, penelitian yang menghasilkan pengetahuan dan penemuan baru. Namun saat orang-orang bertanya, guru ya ?. tentu jawaban saya bukan, tapi biologi murni yah yang secara umum nya saya jelaskan jurusan ini biasanya di laboratorium. Dan seringkali ada pertanyaaan yang menimpali, kok lab ?, dikampung gini kan gak ada lab, kenapa nggak mengambil jurusan pendidikan saja. kadang ketika ditimpali pertanyaan seperti ini saya hanya tersenyum dan menyatakan qadarullah. Saat mengisi formulir pendaftaran masuk PTN pilihan pertama saya ya memang di FMIPA bukan FKIP. Walaupun pada pilihan kedua yang saya tulis adalah FKIP biologi.
      Sejatinya dari dalam diri saya sendiri memang tidak berniat sedikitpun menjadi guru, hal yang membuat saya sangat tidak menginginkannya ialah ketika saya  melihat nakal nya murid-murid sekarang. Dilatar belakangi banyak kejadian, hal ini membuat saya benar-benar mantap hati tidak ingin menjadi guru. 
     Namun, hal itu berbeda dengan yang kini saya rasakan dan saya pahami, tepatnya setelah mendengar pernyataan salah seorang ustadz yang kurang lebih kayak gini, ’’kalau Cuma ngandelin amal sendiri beeeghhh harusnya malu mati kita, namun dengan mengajar dan berbagi ilmu itulah yang akan menjadi tabungan amal untuk kita di akhirat’’. Mendengar ini saya sadar betapa pentingnya berbagi ilmu yah menjadi guru adalah salah satunya walaupun masih banyak cara lain yang bisa ditempuh, contohnya dengan membuat kelompok belajar, kelompok diskusi maupun menjadi mentor. Kita bisa berbgai dengan cara apapun sesuai kondisi dan kemampuan. 
     Kembali kepada tema, bahwa benci itulah yang kini membakar semangat saya untuk terus belajar, membaca banyak referensi dan bergabung dengan berbagai kelompok untuk menemukan potensi diri serta meningkatkan kapasitas pribadi. Dengan harapan semoga kedepannya proses ini mendatangkan hasil yang bermanfaat bagi orang banyak, minimal untuk diri sendiri dan keluarga.
      Jangan pernah memenjarakan diri dengan terus membenci. Berhenti membatasi diri dari segala ketidakmungkinan, jika hari ini kamu menemukan alasan untuk membenci, pastikan bahwa kedepannya kamu juga tidak menemukan alasan untuk berhenti membenci, sebab jika kamu temukan alasan untuk berhenti membenci maka bersiaplah kamu akan menemukan cinta sejati, yang dengan apa saja kamu rela mengorbankan apa saja yang kamu punya, tidak terkecuali waktu. Waktu iya waktu. Hal  yang bisa kamu miliki tapi tidak bisa kau ambil kembali jika ia telah perg. Benci yang kini terus menyorakkan saya untuk terus berjuang, tetap semangat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BLOG

a.        Pengertian             blog merupakan jurnal yang disediakan pada oleh world wide web yang saling berhubungan dan dapat di akses melalui internet.             Weblog merupakan  teks dokumen, gambar, objek media dan data yang tersusun secara hierarkis dan menurut berurutan berdasarkan waktu  tertentu yang dapat dilihat melalui browser, karena blog merupakan perjalanan yang berkesinambungan dengan panduan logika yang berkelanjutan dan konsisten.             Blog merupakan publikasi secara periodik  dan tetap mengenai pemikiran masing-masing orang dan juga link web. b.       Tujuan dibuatnya blog 1.       Berbagi informasi 2.       Berniaga 3.       Meny...

Tunawicara

mungkinkah kita adalah dua orang berbeda dengan karakter yang sama ? antara pendiam atau memang masih kalah melawan ego masing-masing atau memang diantara kita sudah tidak ada ketertarikan untuk memperbaiki segalanya entahlah entahlah entahlah kita sungguh seperti dua orang yang cacat bicara lucu bukan dua orang yang pernah mengaku saling cinta, dengan mudah melupa lucu bukan yang dulunya selalu menjadi yang disematkan kini menjadi yang di sembunyikan aku jadi ragu apa cinta yang pernah kita hantarkan kepada hati masing-masing dulu benar adanya dapat dimaknai "mari saling memiliki dan saling menjaga" ataukah hanya "aku suka gaya rambutmu atau aku suka senyum manismu ?" mendadak aku menjadi ragu rencana-rencana yang sebelumnya patah lalu diperjuangkan kembali, lalu kini berserakan tanpa meninggalkan puing hanya debu yang berserakan debu yang terhirup dan menyesakkan, sembari arwah-arwah kenangan masih menghantui dan bergentayangan di pelupuk bayang...
JANGAN TANYA AKU DIMANA, AKU SENANTIASA ADA HANYA SAJA  SUDAH TAK  LAGI DI SUDUT DAMBA MATAMU OWH TIDAK-TIDAK MALAM INI AKU INGIN MENGAJAKMU BERKELANA KEDALAM ISI KEPALAKU YANG TAK KU PASTIKAN APAKAH IA BENAR-BENAR MASIH "BERISI" DIKSI ATAUKAH KESELURUHAN DARINYA ADALAH TENTANG LELAH FISIK YANG IA PENDAM  IA KELUARKAN HANYA DI SUDUT KAMAR POJOK KANAN DARI ARAH PINTU MASUK DUH LANGSUNG SAJA . . .  SUDIKAH PUAN ??? MENDENGAR SEDIKIT RINTIHAN ATAU MUNGKIN CEKIKIKAN YANG SEDIKIT BANYAK SANGAT BERHASIL AKU SEMBUNYIKAN ENTAH AKU HARUS BERTANYA APAKAH SECEPAT ITU HATIMU BERPALING ? BAHKAN TEMPE YANG KU GORENG SAJA PERLU RIBUAAN DETIK UNTUK BENAR-BENAR KU BALIKKAN (API KECIL, WKWK) ORANG TAU APA TENTANG APA YANG KAMU PERJUANGKAN  BELI  BAJU BARU DEMI NEMENIN SI DOI ? TERNYATA GA JADI KEMANA-MANA APA YANG KAMU RASAKAN KETIKA MEMBAYANGKAN ADA DI POSISI INI SUDAH-SUDAH TUGAS MU BUKAN UNTUK MENGEJA SETIAP EMOSI YANG AKU TULISKAN TUGASMU HANYA MENDENGARKAN DENGAN TELING...