Tak pernah usang bahasa rindu perihal dirimu Penyelinap rindu Ada yang diam-diam mengekoriku Kukira itu kamu Ternyata dia adalah sepi dan rindu Kukira bahwa kebebasan adalah milikku Ternyata kehilangan dan sendiri telah menyelimuti langit biru Kukira aku rindu maka doaku adalah temu Aku keliru Aku adalah diriku yang kehilangan dirimu Kukira temaram kamar adalah yang membutakanku Aku keliru untuk yang kesekian kalinya Bahwa buta ku adalah mimpi yang menolak fajar tanpa dirimu Aku berhenti menapaki rindu Jika tak ada lagi aku setelah pergimu berjanjilah bahwa itu bukan tuannya rindu Ada yang harus kubayar selepas pergimu Tak lagi ada senda dan tawa Yang harganya semesta tak mampu bicara harapku masih satu, kembalinya dirimu Hanya itu