aku menempatkan diriku untuk menjadi pendengar dimana saat itu akupun butuh didengar aku menempatkan diriku untuk mengerti, saat kondisi ku pun membutuhkan pengertian aku menempatkan segalanya diatas ego ku yang tanpa kusadari hal itu menciptakan bom waktu bom yang suatu waktu memaksaku untuk menangis bom yang suatu waktu memaksaku untuk ingin meninggalkan segalanya dan mungkin itu adalah salah satu cikal bakal yang orang lain fikirkan ketika ingin menemui kehidupannya yang abadi merasa sepi merasa tak dihargai merasa tak berguna dan merasa tan diinginkan inikah hidup yang hari ini orang-orang juluki "dewasa" menjadi dewasa yang kita elu-elukan ketika belia dengan dalih bebas pergi kemanapun tempat yang ingin dituju, dengan segala wish list pencapaian yang ingin didapatkan benar adanya kita bebas kemanpun, kita bebas memilih apapun dengan harga yang sepadan, bahkan bebas ingin menyelesaikan kehidupan yang fana tanpa terdikte lagi tanpa pengawasan dan tanpa pertimbangan yang ...