Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

re-aksi rumit

beberapa pertanyaan mungkin mempersila diri untuk diutarakan namun berbeda halnya dengan jawaban, yang kerap kali menutup diri dari keramaian pertanyaan beberapa orang mungkin membiarkan orang lain terus bertanya akan maksud dari yang dirinnya kerjakan tanpa memikirkan betapa suramnya orang diliput pertanyaan yang tak kunjung terjawab beberapa orang bangga akan keahliannya membuat lawan bicara kebingungan apa ia tidak sadar, seorang yang telah benar-benar paham tidak memainkan teka-teki rumit hanyak untuk memenangkan perdebatan ?! TO THE POINT dengan mengutarakan segala maksud adalah kemenangan sesunggguhnya sebagai efisiensi waktu. bukan malah lari dari pertanyaan seolah telah meninggalkan semua jawaban yang harus dipecahkan karena masih berupa teka-teki.

satu dan dua

seseorang menguji akan arti kesetiaan dalam penyembahan "akankah kau kembali untuk kali kedua setelah kecewa melanda ?" lalu aku menjawab~ "hatiku yang kupinjam dari-Nya dan difungsikan sebagaimana kehendak-Nya dan pastinya akan pulang kepada Dia, hanya ada bilangan 1 untuk-Nya tidak ada kali kedua,  aku hanya akan mencintainya 1 kali tidak untuk kali kedua, sebab antara 1 dan 2 ada jedanya" lalu seorang lagi bertanya padaku "apa yang lebih riuh dari debur ombak?" ku jawab "rinduku pada yang satu walau ku terhijab untuk bertemu" "apa makna cukup bagimu ?" lanjutmya~ "riuh hatiku mengenang-Nya jauh melampau cukup hidupku" pada bumi yang kuinjak, kutitipsalam sopan tempat ku berpulang pada langit yang kutatap, kutitip doa yang senantiaasa ku panjat

rindu tak kunjung habis

beberapa rindu dihantar bukan sekadar untuk memulangkan namun ia ingin menyatakan akan kepedihan berjarak beberapa rindu disembunyikan untuk diungkapkan dengan bahasa verba sebab ia ingin menunjukkannya dengan riuh cerita yang ditukar untuk saling mendengar beberapa rindu tertutup rapat dari tulisan, obrolan  namun ia dijelma dalam bentuk do'a yang dilangitkan duhai arah rindu tahukah engkau,  mereka mereka menyata rindu lalu saling beradu air mata  siapa yang paling deras mengucur mereka mereka menyata rindu untuk saling beradu akan pelukan siapa yang paling hangat didekap mereka menyata rindu dalam jarak yang berarak mereka menyata rindu dalam temu yang tak kunjung mempersila sua mereka menyata rindu dalam genggam yang telah meregang mereka menyata rindu dalam tatap yang memakan masa untuk mengulangnya kembali lekat rindu dinyata masih seputar jarak rindu dinyata masih seputar haus temu rindu dinyata masih seputar pandangan rin...