Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Konsekuensi

Selepas keputusan terucap, tiada hari yang lebih menyedihkan dari hari itu. Bayangan-bayangan, bahkan ranting-ranting menunjuk tajam seraya berujar "kaulah yang salah" Dan setelah semuanya seolah baik-baik saja, tanpa ragu langkah kaki harus tetap di teruskan Kita mungkin sama dalam rupa menadah tangan Tapi sebuah nama tiada yang tau siapa yang kita sebutkan Sakit, sesak adalah konsekuensi Dan setelah semuanya semakin nyata bahwa tiada sedikit pengharapan atas diri pernah di puja Senyum getir tak terelakkan  

Cemburu ?

  Kau mengajariku cara cemburu Aku mempelajari nya dengan sangat ingin tahu Kamu berhasil melakukannya  Lalu aku Berusaha bangkit dari sakit Ada yang bilang seperti ini "Love is never without jealousy" Ketika aku mengupayakan bangkit dari derita cemburu Artinya aku sedang mengusahakan untuk tidak lagi mencintaimu Itulah yang kau inginkan ? Baiklah, tidak mengapa.

marah kah itu ?

                    Pernah merasa sangat marah ? hingga tidak bisa berkata apa-apa, hingga tidak bisa melakukan apapun dan tak berniat melakukan apapun, bahkan saking marahnya yang biasanya tiap marah kalau tidak tersampaikan nangiiiis aja bisanya, lalu kini saking marahnya sampai bingung harus apa. mau nangis ya ngapain, mau memaki yaa untuk apa, toh sudah sedeasa itu masa tidak sadar kesalahan diri sih ? fikirmu               aku sangat mengkhawatirkan mental orang-orang yang seperti, ntah kenapa bisa ada orang-orang yang sedemikian rupa.

keep fighting

       Mungkin akan sangat menyenangkan bila kita menemukan seseorang yang bisa kita ajak bicara, saling bertukar pendapat, saling mendengarkan, kemudian saling bertukar ide demi menemukan solusi. Iya harusnya sangat menyenangkan. Meluapkan isi kepala, sampah-sampah yang memang seharusnya dibuang dan memang tidak sepantasnya ia diberi ruang unuk berada di kepala. Menyusahkan, memekakkan saja.      Ada yang bilang, tiap kita berhak punya teman cerita, sebagai makhluk sosial kita butuh yang namanya didengarkan, kita butuh seseorang untuk bisa saling bertukar fikir. Namun tidak semua kita seberuntung itu, seberuntung itu maksudku, tidak semua kita berada dilingkungan yang memang orang-orangnya paham akan pentingnya kebutuhan seseorang untuk didengarkan, tidak seberuntung itu maksudku tidak semua kita mampu menyampaikan apa yang sebetulnya kita maksud, karena terkadang rasanya apa yang disampaikan sudah sangat jelas namun tetap saja mispersepsi tidak jua...

bagaimana ?

hujan sore itu aku bahkan ragu, apa yang sedang ku nikmati derainya atau kenangan yang terbayang olehnya hari itu aku ragu, apa yang kau maksud cinta rasa yang terbalas atau sendiri yang telah berakhir ? malam ini, aku melihat ragu mu kian nampak bagaimana ? sudah kau nikmati balas dendamu ? bagaimana ? sudah terasa jagonya ? bagaimana ? jika kau sendiri tak bisa menjawab maka abaikan saja cinta yang sebenar tak mengajarimu cara menyakiti,  cinta yang sebenar tak mengajarimu cara meninggalkan cinta yang sebenar tak mengajarimu cara berbalas dendam itu bocah kemaren sore yang begitu tingkahnya

Jenuh

 Aku memandang malam, ia masih sama seperti malam-malam lainnya, dengan ciri khasnya yang gelap Hanya sedikit yang berbeda, malam ini aku ada namun kamu telah tiada walau sekadar untuk bertukar cerita melelahkan tiap harinya Namun apakah kamu tahu bahwa kini aku punya kebiasaan baru Merayakan kepergian Bersulang atas kesendirian Aku menikmati itu Hanya aku tak sampai mabuk hingga lupa bahwa kamu telah benar-benar tiada Aku tak lupa Menyadari bahwa kamu pergi adalah hantu paling menyeramkan saat ini Aku tak meminta banyak pada pemilik semesta Aku hanya meminta, bersama siapapun dirimu tetaplah baik Jadilah lebih baik Berbahagia lah,  Aku sedang menguatkan diri untuk turut bahagia~

bait-bait untukmu

Untuk menjadi aku kamu tak perlu berlari sekadar untuk merupa diri dihadapan ku, baca ini dengan hati, karena katanya apa yang disampaikan dari hati akan sampai kepada hat Kau tau kisah perkutut tua yang meninggalkan sarangnya ? Sama aku juga belum mendengar nya Hanya saja tiba-tiba aku ingin mengisahkan kita dari cerita-cerita romantis burung Dan aku memilih perkutut, ntah kenapa hatiku memilihnya Sudah kukatakan apa yang akan ku sampaikan ini dari hati, maka tak satupun kata didalamnya berdusta harapku masih sama terhadap harapku yang maha banyak bila ku kumpulkan untukmu tapi tentu saja itu tidak boleh karena doa yang tersembunyi dari yang didoakan katanya mabrur. . . (senyum lebar) bait dibawah untukmu kan kujadikan kamu segalanya, bukan sebatas nama dalam bait syairku bukan sebatas karena sepi, melainkan kehadiranmu yang memicuku khawatir bahkan walau dirimu absen sehari untuk mengabari tak kan ada yang sama dengan yang lalu karena setiap waktu yang berallih disetiap tatap yang se...

adakah ?

adakah cinta yang sangat berani menyakiti perasaan ia yang dia cintai adakah cinta yang sangat berani berdendaman dengan seseorang yang ia cintai ? adakah cinta yang sedemikian jahatnya ? pantaskah ia di labeli cinta ? ataukah sesungguhnya ia tengan dimabuk ego diri yanng tak mampu dibendung membalas segala perbuatan dengan lebih keji, adakah ia pantas dikatakan sedang jatuh cinta ? tidakkah perbuatan durjana begitu seharusnya dihindari.

Tunawicara

mungkinkah kita adalah dua orang berbeda dengan karakter yang sama ? antara pendiam atau memang masih kalah melawan ego masing-masing atau memang diantara kita sudah tidak ada ketertarikan untuk memperbaiki segalanya entahlah entahlah entahlah kita sungguh seperti dua orang yang cacat bicara lucu bukan dua orang yang pernah mengaku saling cinta, dengan mudah melupa lucu bukan yang dulunya selalu menjadi yang disematkan kini menjadi yang di sembunyikan aku jadi ragu apa cinta yang pernah kita hantarkan kepada hati masing-masing dulu benar adanya dapat dimaknai "mari saling memiliki dan saling menjaga" ataukah hanya "aku suka gaya rambutmu atau aku suka senyum manismu ?" mendadak aku menjadi ragu rencana-rencana yang sebelumnya patah lalu diperjuangkan kembali, lalu kini berserakan tanpa meninggalkan puing hanya debu yang berserakan debu yang terhirup dan menyesakkan, sembari arwah-arwah kenangan masih menghantui dan bergentayangan di pelupuk bayang...