Kau tau kisah perkutut tua yang meninggalkan sarangnya ?
Sama aku juga belum mendengar nya
Hanya saja tiba-tiba aku ingin mengisahkan kita dari cerita-cerita romantis burung
Dan aku memilih perkutut, ntah kenapa hatiku memilihnya
Sudah kukatakan apa yang akan ku sampaikan ini dari hati, maka tak satupun kata didalamnya berdusta
harapku masih sama terhadap harapku yang maha banyak bila ku kumpulkan untukmu
tapi tentu saja itu tidak boleh
karena doa yang tersembunyi dari yang didoakan katanya mabrur. . . (senyum lebar)
bait dibawah untukmu
kan kujadikan kamu segalanya, bukan sebatas nama dalam bait syairku
bukan sebatas karena sepi, melainkan kehadiranmu yang memicuku khawatir bahkan walau dirimu absen sehari untuk mengabari
tak kan ada yang sama dengan yang lalu
karena setiap waktu yang berallih
disetiap tatap yang selalu beradu
hati tau akan kemana ia mengamini tiap kali merindu

Komentar
Posting Komentar