Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2019

Fatimah az-Zahra

Fatimah menghabiskan masa penyusuannya di lembah Abu Thalib, suatu tanah yang yang panas di suatu lembah. Fatimah merupakan sosok putri yang sangatmenyayangi ayahnya. Ia mengalami keadaan-keadaan yang menyakitkan dimana ayahnya yang menyampaikan risalah ilahi berada dalam intimidasi. Fatimah menunujukkan perannya sebagaianak yang berbakti dan begitu menyayangi ayahnya.   Karena penjagaan dan bantuan fatimah kepada ayahnya orang-orang memanggilnya ummu abiha yang berarti ibu dari ayahnya. Hal ini dikarenakan fatimah merupakan putri yang paling kecil yang selalu menemani sang ayah setelah ibunya Khadijah ra wafat. Fatimah tumbuh dengan mendapat pendidikan langsung dari rasulullah, sehingga tidak heran ia memiliki akhlak yang sempurna dan menjadi teladan. Sifat budi pekertinya yang luhur tercermin dari perkataan Aisyah bahwa ia belum pernah melihat seorang pun yang paling benar perkatannya dibanding fatimah selain ayahnya. Ibnu abbas meriwayatkan   bahwa rasulullah bersab...

Aisyah binti Abu Bakar

1.                    Aisyah binti Abu Bakar atau kerap dipanggil oleh rasulullah dengan panggilan aisy, atau bintu shadiq dan juga humairah. Panggilan humairah ini menurtp para ulama berdasarkan warna bibir aisyah yang kemerah-merahan. Aisyah jug amnmiliki julukan habibaturrasul berdasarkan cnt arasulullah yang khas keppada aisyah, kmeudian al-mubarraah dan ath-thayyibah yang dijuluki berkenaan dnegan tragedi al-ifk. Julukan al-mubarrah adalah si tertuduh yang tidak terbukti sedangkan ath-thayyibah merupakan kesaksian Allah swt. Atas kesuciannya. kesucian aisyah selanjutnya dipertegas dalam surah an-nuur 24, :enamdua. Aisyah juga digelari ash-shiddiqah berdasarkan kebiasaan para sahabat yang meminta keterangan kepada aisyah. Aisyah binti abu bakar merupakan sosok yang cerdas dan alim. Bagaimana tidak ia mendapati kedua hal tersebut, sedang ia mendapat pendidikan langsung dari ayahnya abu ...

Khadijah binti Khuwailid

            Khadijah binti khuwailid baik dari sisi ayah maupun ibunya merupakan keturunan Quraisy terhormat, ia dijuluki sebagai ratu Quraisy dimana sebelumnya ia telah digelar wanita suci. Berasal dari keluarga terhormat khadijah tentunya merupakan sosok dengan moral tinggi, ilmu pngetahuan yang luas dan tentunya   memiliki keahlian perniagaan. Kemampuan berniaga yang tinggi inilah yang menghantarkan Khadijar digelar ratu Quraisy karena hartanya yang berlimpah, sedangkan gelar wanita suci karena nilai moral yang ada pada khadijah sangat sempurna.             Rumah tangga khadijah dan rasulullah dibangun dan dijalankan atas dasar cinta, bahkan seusai walimahan   keduanya berlangsung, khadijah menyerahkan seluruh kepercayaan atas hartanya kepada rasulullah. Disela-sela kesibukan membersihkan sisa-sisa walimahan khadijah berkata kepada Muhammad, khadijah berka...

kuat

segala kenangan tekah berhasil tertadah oleh memori yang dianggap "sunyi" padahal ia sungguh memekakkan senja kala itu berpamit ramah, meninggalkan sisa-sisa cercah yang pernah gagah sesekali biarkan hatimu tercabik-cabik biarkan kepercayaanmu koyak tak tersisa dengan begitu kau akan tau sekuat apa dirimu untuk percaya kembali jalan pintas dengan "menyerah" akan membakar tuntas kesempatan mu untuk maju dan berdiri lebih tegak dan tinggi  aku menyaksikan tangis pilu disudut kota, seorang anak  dalam keterpurukannya masih sanggup berujar dengan kalimat menampar "yaa Tuhanku, aku ada sebab Engkau, lewat perantara mereka yang hari ini bergelar ibu bapa, lalu ketika mereka tiada aku masih saja ada, kemanakah seharusnya ku berpulang bila bukan hanya, selalu dan terus kepada-Mu