mungkinkah kita adalah dua orang berbeda dengan karakter yang sama ?
antara pendiam atau memang masih kalah melawan ego masing-masing
atau memang diantara kita sudah tidak ada ketertarikan untuk memperbaiki segalanya
entahlah
entahlah
entahlah
kita sungguh seperti dua orang yang cacat bicara
lucu bukan dua orang yang pernah mengaku saling cinta, dengan mudah melupa
lucu bukan yang dulunya selalu menjadi yang disematkan kini menjadi yang di sembunyikan
aku jadi ragu
apa cinta yang pernah kita hantarkan kepada hati masing-masing dulu benar adanya dapat dimaknai "mari saling memiliki dan saling menjaga" ataukah hanya "aku suka gaya rambutmu atau aku suka senyum manismu ?"
mendadak aku menjadi ragu
rencana-rencana yang sebelumnya patah lalu diperjuangkan kembali, lalu kini berserakan tanpa meninggalkan puing
hanya debu yang berserakan
debu yang terhirup dan menyesakkan, sembari arwah-arwah kenangan masih menghantui dan bergentayangan di pelupuk bayang
aaghh baiklah. . .
mungkin memang begini baiknya,
selepas tawa yang pernah begitu lepas, memang tak seharusnya kita meneruskan
bukankah hidup ini tak hanya soal kebahagiaan ? bukankah diantara padi yang ditanam, rumput tumbuh menyertai ?
satu pintaku, semoga dalam diam kita tak saling dendam.

Daleeeem banget. Bagi kalian yang gak paham, mungkin memang tak pernah melalui fase ini. Aku, sebagai lakon yang menjalani cerita serupa. Apresiasi paling ramai dari ceritaku.
BalasHapuskena deh, kak, terimakasih udah menemani rasaku, mungkin yang tertulis adalah bentuk perwakilan dari rasa yang kita sama-sama memilikinya.
semangat untuk setiap torehan dari hatinya.
thanks for every single word that u leave here mas, its so meaningfull to me
BalasHapus