Kala itu
seekor kupu-kupu terbang dihadapanku lalu singgah di atas bunga yang sedang ku pegang.
diluar dugaanku, ntah aku yang tiba-tiba mengerti bahasa kupu-kupu atau kupu-kupu itu sebenarnya siluman, ntahlah....
''duhai manusia, aku kehausan'' ucapnya sambil menatapku yakin
''terbanglah ke arah dari mana datangmu, disana terdapat kebun bunga yang segar, sedang yang kupegang sudah hampir layu di tanganku'' jawabku
''ah, disana mereka terlalu berisik'' tolaknya
''apa yang mereka bahas'' tanyaku
''mereka membahas tentang cinta, aku sendiri tidak tau cinta itu apa, lalu apagunanya aku berada disana kalau hanya untuk minum. hal itu malah membuat emosiku kekurangan cairan lebih parah karena ketidak pahamanku tentang cinta'' tolaknya sembari cemberut
''sudah, coba dulu bergabung, dengarkan dan pahami nanti kamu akan paham'' suruhku
''sebenarnya dari bau semerbak yang kucium, disinilah kutemukan semerbak yang paling menyengat''
''mungkin kamu salah'' aku mengelak
''iya aku salah, bunga ini baunya sama saja, tetapi semakin aku mendekatkan tubuhku, kutemukan bau itu berasal dari badanmu''
''benarkah, apakah aku bau sekali''
''bukan bau busuk, baumu membuatku mengira kau bunga terbaik yang memiliki madu termanis untuk ku cicipi''
''aku tidak mengerti''
''aku juga tidak mengerti kenapa dirimu seperti itu''
kamipun diam untuk beberapa saat, kelihatannya dia sedang memikirkan kebingungannya juga, sama seperti yang sedang kulakukan
''aku ingin bertanya'' pintanya
''tanyakan saja'' jawabku
''kira-kira kenapa mereka sepertinya asyik sekali membahas tentang cinta, apa semua orang pernah mengalaminya, atau akan mengalaminya, atau itu hanya dirasakan oleh orang tertentu saja''
''hmmmm, kau bertanya tanpa memberi ku batasan jawaban dengan seabrek pertanyaanmu itu''
''ayolaah, jawab satu persatu, aku akan bersabar''
''yang ku tau cinta itu bisa membahagiakan dan mengecewakan''
''jika bisa mengecewakan kenapa mereka sepertinya senang sekali membahas pengalaman mereka''
''dengarkan dulu kupu-kupu''
''iya, maaf''
''apa kau pernah merasa begitu merindukan seseorang, atau sesuatu, atau apapun itu sehingga kamu sangat ingin berjumpa, atau sebatas mendengar renyah tawanya atau dengan rindu itu dengan mengenang masa-masa bersamanya seola kamu tengah disampingnya''
''pernah, dan itu terjadi pada seladang bunga yang ku temui seminggu silam''
''setahuku itulah cinta''
''hmmmm, itu artinya aku tengah jatuh cinta''
''yups,,, tapi kau tersesat dan malah tidak menemukan kembali ladang bungamu itu''
''it's ok, tapi hari ini kutemukan semerbak baru, dan kuyakin aku akan merindui dirimu, kutau bau itu berasal dari hati tulusmu, lalu bagaimana dengan kedatangan rasa kecewa itu''
''kau pernah berharap akan kembali ke ladang bungamu itu bukan''
''tentu''
''sudahkah kau temukan lagi''
''belum''
''apa yang kamu rasakan''
''aku seolah kehilangan segala semangatku, lelah berhari-hari dalam mencari tapi nyatanya tak kutemukan, sampai pada akhirnya aku menyerah dan memutuskan berhenti''
''kamu kecewa nggak''
''kecewaaa''
''yang ku tau kenapa cinta itu bisa mengecewakan, ialah karena kita lupa bahwa tiap kita punya kadar bahagia pada takarannya, bukan berarti kita bebas untuk membatasi bahagia. kerap kali ketika kita menginginkannya dengan sangat tapi kita lupa bahwa mungkin kala itu bukan lagi rezeki kita, kecewa bukanlah hal yang slalu bisa kita hindari tapi setidaknya kita bisa meminimalisir kecewa itu dengan syukur''
''bungaku tak bermadu
namun aroma manis itu menuntunku kepadamu
dari jauh aku tahu
bahwa nuranimu semanis madu''
itulah kalimat terakhir yang kudengar darinya, sampai akhirnya aku sadar bahwa aku terlelap dibawah pohon rindang dengan buku diary terkapar di sampingku
aku rindu kala itu

Komentar
Posting Komentar