Tatap matamu dalam remang hayalku
Mengurai sepi nan sunyi di paling kalbu
Renyah tawa yang enggan tuk enyah
Masih terngiang dan ku balas senyum ramah
Mula-mula rona tiba-tiba jingga
Oh kepada sang pujangga
Bait-bait tergores dari serumpun aksara
Sajak-sajak tercipta merangkai rima
Aku dihadapan kelip gemintang
Terpejam dan bergumam
Bersamamu aku tenteram
Meski harus kutapaki rindu yang berbukit
Bahkan curam cemburu begitu melangit
Namun sungguh tak kurasa terusik
Karena jatuh hati kepadamu
Merangkai asa yang mengajak berdansa
Biar kusemai dan ku siram benih didada
Hingga kita bersua di tepatnya masa
Tahukah puan
Dalam cinta tiada yang lebih di tunggu selain temu
Tiada yang lebih dinanti daripada me-rupa-kan cinta kasih
Tak perduli di temaram malam
Harus ku anyam rindu yang berdendang
Atau kupilih diam, memejam dan
bertuankah cintaku ?

Komentar
Posting Komentar