Sebuah asma
Terkhusus sebuah nama yang jauh pengembaraannya
Ntah mengapa begitu lekat fikiranku mengenangnya
kadang-kadang perasaan ini memburu ku begitu laju
seolah ia tak memberi ku ruang untuk untuk bersabar dan
menunggu
menunggu untuk sebuah ketepatan waktu
asma-mu ialah rapalan terindah yang keluar dari bibir ku
tampuk lelahku-pun masih terus menyenandungkan asma-mu
samar-samar terus kudengar halus suaramu
asumsiku ialah bahwa asma-mu akan lesap dalam jarak
ternyata yang lesap ialah akalku
kadang-kadang kukira itu kamu dibelakangku
ternyata ia rekaman yang tersimpan di relung qalbu
dan bercanda ria dikamar-kamar sanubariku
bahkan malam-malam desau angin ku kira itu candamu
membisikiku
kau terus saja menjelma menjadi apa saja,
sehingga kadang aku menyibukkan diri menjadi gelandangan
ditengah jalan-jalan asa
aku memungut segala kuat yang kupunya
untuk melupakan mu
yang tak kan pernah tau keberadaanku
tapi semakin aku
pungut semakin banyak hamburan kuat yg tercecer
karena ketidak mampuanku memaksa diri untuk melumpuhkan
indahmu yg terus berkejaran di mataku
aku mengaduh dalam langkahku
aku menjerit dalam rangkakku
yang kupanggil hanya asma-mu
pantas orang-orang tak acuh terhadapku
Komentar
Posting Komentar