mengenai doa yang diam-diam kutitip kepada angin
semoga terhantar denga cara mulia
meski langit harus terdesak
tiada sakit yang menyakitkanku
sebab cinta meniadakan "aku"
segalanya adalah kebahagiaanmu
untuk rasa yan tidak supan ini, halalkan lah puan
sebab jatuh cinta adlah apa yang diluar "ingin" ku
selamat berbahagia atas bahagiamu
Aku
terpuruk dibawah syahdu suaramu
Dibawah
pesonamu, aku mematung
Tepat
didepan kedua matamu, aku tertusuk oleh gebu rindu
Aku
terjatuh menggapai tatapmu
Bahkan
ekor matamu tak mampu kusentuh
Yang
kini hanya aku yang mengekori tungkai jejakmu
Jejak
yang kini dua pasang di pelaminan
Tetes
yang semula rinai kini mengguyur dan lebur
Di
hadapan segelas aqua, asa ku luruh
Ada
tusukan yang sampai kepada palung tabahku
Kusesap
asa yang menyiksa
Kini
aku bernaung dibawah takdir
Aku
kalah karena masih menangis
Tapi
percayalah sejatinya kupulangkan asa
Kepada
sang maha cinta
Dalam
terjatuhnya aku
hatiku
masih kuat untuk merapal harap
tak
jauh dari tadahku
aminku
adalah kebaikan untukmu dan dirinya
selamat
berbahagia~

Komentar
Posting Komentar