Langsung ke konten utama

LAPORAN PRAKTIKUM IKHTIOLOGI DANAU LAIT DESA SUBAH KECAMATAN TAYAN HILIR


LAPORAN PRAKTIKUM
IKHTIOLOGI
SEMESTER GENAP TAHUN 2019




                                    NAMA           : ROMINI
                                    NIM                : H1041161056



LABORATORIUM BIOLOGI
JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKAN DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK






KATA PENGANTAR


            Alhamdulillah puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt. Karena atas berkat dan rahmatnya lah penulis dapat menyelesaikan laporan ikhtiologi ini sebagaimana mestinya. Penulisan laporan ini merupakan bentuk tugas akhir mata kuliah ikhtiologi.
            Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada beberapa pihak, terutama dosen pemimbing praktikum bapak Dr. Junardi, M.Si atas bimbingannya dan kepada rekan praktikum atas kerja sama dan bantuannya dalam menyelesaikan tugas akhir mata kuliah ikhtiologi ini.
Penulis menyadari terdapat banyak kekurangan dalam penulisan laporan akhir ini, untuk itu kritik dan saran dari pembaca sangat penulis perlukan. Semoga dengan adanya penulisan laporan ini, nantinya dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak sebagai salah satu sumber informasi.



DAFTAR ISI

           





DAFTAR TABEL






DAFTAR GAMBAR


DAFTAR LAMPIRAN





BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

            Kalimantan barat merupakan salah satu provinsi yang berada di pulau Kalimantan dengan luas perairan sekitar 2,6 juta hektar dan merupakan habitat berbagai jenis ikan air tawar (Festiana, 2013). Ikan air tawar merupakan kelompok jenis ikan yang siklus idupnya baik sebagian maupun seluruhnya berada di perairan air tawar) (Try, Qomariya, & Khalidah, 2015) .Perairan tawaar memiliki peran multi fungsi bagi suatu kawasan dan pemanfaatan langsung oleh penduduk. Danau merupakan salah satu ekologi air tawar yang dapat dimanfaatkn oleh penduduk baik sebagai sumber mata pencaharian biota air seperti ikan dan udang, serta  memiliki peran pembangunan pada fungsi ekologi, budidaya maupun sosial ekonomi (Yuniarti & Juliana, 2018). 
            Fungsi ekologi suatu danau dengan ekosistem yang unik dapat dijadikan sebagai kawasan pariwisata dalam  upaya pembangunan, pelestarian, peningkatan kesejahteraan masyarakat serta melestarikan kebudayaan masyarakat. Salah satu kawasan pariwisata yang ada di kabupaten Sanggau adalah obyek wisata danau Lait yang memiliki luas 800 Ha. Danau lait memiliki vegetasi jenis tumbuhan bergerombol di perairan danau membentuk pulau semu sehingga cocok untuk habitat berbagai jenis hewan darat dan ikan yang berada di danau. Beberapa jenis ikan air tawar yang dapat ditemka di danau lait adalah ikan toman, ikan biawan, ikan lais, dan  ikan baong (Leo, 2018).
            Menurut  Leo (2018) masyarakat memanfaatkan danau sebagai pemenuhan kebutuhan baku terhadap air, pertanian, perikanan serta pariwisata. Bhagawati, et al, (2013) menyatakan bahwa aktivitas manusia secara tidak langsung akan berdampak pada kondisi perairan. (Iwang, 2005) menyebutkan bahwa adanya aktivitas manusia seperti membuang sampah dan kotoran akan berdampak besar pada suatu perairn danau. Sedangkan eksploitasi ikan akan berdampak pada rantai ekosistem danau. Adanya aktivitas masyarakat  yang tinggi di danau Lait baik untuk pemenuhan kebutuhhan sehai-hari maupun kunjungan dari para wisatawan di duga akan mempengaruhi keberadaan biota perairan di danau Lait.  
           Bhagawati, et al ( 2013) menjelaskan bahwa Indonesia memiliki informasi yang rendah mengenai jenis keanekaragaman ikan yang ada di Indonesia. Oleh sebab itu, praktikum ikhtiologi dianggap perlu dilakukan di danau lait, sebagai upaya untuk mendapatkan informasi mengenai jenis ikan yang berada di Danau Lait, hasil dari praktikum ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi mengenai jenis ikan di lokasi tersebut. Selain itu, praktikum ini juga memberikan manfaat kepada masyarakat untuk kepentingan promosi konservasi mengenai jenis-jenis ikan yang mungkin hanya dapat ditemukan pada danau lait.

1.2  Tujuan

Tujuan dari pelaksanaan praktikum ikhtiologi di danau Lait adalah untuk :
a.       Mengamati karakter fenetik berbagai jenis ikan
b.      Mengamati karakter morfometrik  berbagai jenis ikan
c.       Mempelajari sistem integumen pada ikan elasmobanchii dan teleostei

BAB II

DESKRIPSI LOKASI


Gambar 2.1 Peta lokasi

            Danau lait berda di desa Desa  Subah Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau bagian Barat. Secara geografis desa subah terletak pada 109,9o BT – 110,1o LB dan 0,1oLU – 0,1oLS . Sedangkan wilayah danau Lait sebelah utara berbatasan dengan Desa Terentang, sebelah selatan beratasan dengan Desa Kedokok, sebelah timur berbatasan dengan desa SAJL dan sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Tayan (Leo, 2018).
            Danau lait memiliki luas area sebesar 800 ha. Ditengah perairan danau lait terdapat vegetasi yang berkelompok sehingga membentuk pulau-pulau semu berjumlah 12 pulau. Selain berpotensi sebagai kawasan wisata, danau lait memuliki dua fungsi berdasarkan fungsi kawasan yaitu kawasan budidaya dan kawasan lindung. Kawasan budidaya  terdiri atas hutan produksi atau hutan masyarakat, kawasan lahan kering, kawasan pertanian pangan, kawasan perikanan, kawasan perkebunan kawasan peternakan, kawasan pariwisata, kawasan permukiman, kawasan perindustrian dan kawasan pertambangan. Adapun kawasan lindung terdri atas kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam dan kawasan hutan lindung (Leo, 2018) .
Danau lait dari kota Pontianak dapat ditempuh ± 3 jam dengan menggunaan motor ataupun mobil dengan jarak sekitar 160 KM.  Jarak ini hanya dapat ditepuh dengan akses jalan darat dan tidak bisa melalui jalur air. Dari arah pontianak perjalanan menuju Tayan dan tepat di simpang Pontianak-Tayan msuk ke jalan dalam sekitar 4 KM menuju lokasi Danau Lait.  Sedangkan bila perjalanan dimulai dari Sanggau dilanjutkan menuju desa Subah dengan perjalanan ± 2 jam dan jarak perjalanan sekitar 120 KM dengan akses jalur darat dan tidak bisa menggunakan akses jalur air. Sedangkan apabila perjalanan dari Tayan menuju Desa Subah diperlukan waktu ± 1 jam dengan jarak sekitar 43.6 KM dengan akses jalur darat dan tidak bisa menggunakan akses jalur air (Leo, 2018).

BAB III

HASIL PENGAMATAN

3.1  Metode Praktikum

3.1.1   Waktu dan Tempat
Praktikum lapangan Ikhtiologi dilaksanakan pada Rabu, 01 Mei 2019 Pengambilan sampel dilakukan di Danau Lait Desa Subah Tayan Hilir Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Analisis dan identifikasi dilakukan di Labolatorium Zoologi Fakultas Matematika  dan  Ilmu Pengetahuan Alam Universitas TanjungPura, Pontianak.
3.1.2   Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan pada praktikum ini adalah bubu payung, jala, gunting, pancing, pukat, plastik wayang, serokan, skalpel, toples, rawai dan mikroskop cahaya, mikroskop stereo.
Bahan-bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah alkohol 70%, formalin 10%, dan umpan ikan berupa biji sawit (Elaeis queinnensis jacq), cacing (Pheretima sp.) dan katak sawah (Rana sp.).

3.1.3        Teknik Pengambilan Sampling
Praktikum ini menggunakan teknik pengambilan sampling secara purposive sampling yang bertujuan untuk mengetahui komunitas ikan yang ada di Danau Lait. Lokasi sampling dilakukan pada 3 stasiun,tepian danau,  daerah inlet serta outlet danau. Penangkapan ikan dibagian tepi danau dilakukan menggunakan alat pancing dan serokan, sedangkan penangkapan ikan pada masing-masing stasiun menggunakan bubu payung dan rawai yang telah diberi umpan yaitu biji sawit, cacing dan katak. Untuk daerah inlet, outlet, penangkapan ikan dilakukan menggunakan pukat, jala, bubu payung dan rawai. Penangkapan ikan pada masing-masing stasiun dan daerah inlet, outlet ditunggu dengan interval waktu selama 1 jam yang bertujuan agar ikan dapat masuk kedalam alat tangkap tersebut.
Ikan yang diperoleh kemudian dimasukkan dan diawetkan didalam plastik wayang atau toples yang berisi formalin 10 %. Selanjutnya untuk proses analisis dan identifikasi pada sampel ikan yang telah diperoleh dilakukan di laboratorium Zoologi Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tanjungpura, Pontianak.

3.1.4        Analisis dan Identifikasi
Ikan yang telah diperoleh dianalisis secara deskriptif berdasarkan  data morfologi dan morfometri. Proses analisis morfometri dan meristik hanya menggunakan Leptobarbus melanopterus. Untuk spesimen ikan lainnya dilakukan pengamatan secara morfologi dan dilakukan perhitungan pada jumlah sirip jumlah sisik, gurat sisi, jari jari keras dan jari – jari lembut pada ikan, serta dilakukan pula pengamatan bentuk dan tipe sisik pada masing-masing sampel ikan. Kemudian sampel ikan di identifikasi menggunakan kunci identifikasi menurut (Kottelat, S, SN, & Kartikasari, 1993), (Robert, 1989) dan (Tedjo & Mira, 2017).

3.2      Klasifikasi dan Identifikasi

3.2.1        Leptobarbus melanotaenia
















Gambar 3.1 Leptobarbus melanotaenia

Klasifikasi
Ordo                : Cypriniformes
Family             : Cyprinidae
Genus              : Leptobarbus
Spesies            : Leptobarbus melanotaenia

Identifikasi
Jumlah sampel untuk Leptobarbus melanotaenia berjumlah 10 ekor. Karakter morfologi yang dimiliki oleh Leptobarbus melanotaenia adalah memiliki 7 sirip dorsal, 7 sirip anal, 20 sirip ekor, 38 gurat sisi, 6 sisik dari sirip dorsal menuju gurat sisi, dan 6 sisik batang ekor.
3.2.2        Leptobarbus melanopterus
  


Gambar 3.2 Leptobarbus melanopterus

Klasifikasi
Ordo                : Cypriniformes
Family             : Cyprinidae
Genus              : Leptobarbus
Spesies            : Leptobarbus melanpterus
Identifikasi
Jumlah sampel Leptobarbus melanpterus yaitu sebanyak 3 ekor. Karakter morfologi yang dimiliki oleh Leptobarbus melanpterus yang membedakannya dari Leptobarbus hovenii menurut (Cristiar, Rima, & Hepi, 2019) warna merah dan hitam pada sirip ekor serta bercak merah cerah di bagian operkulum. Karakter yang dimiliki oleh Leptobarbus melanpterus yaitu memiliki 1 duri keras dan 7 duri lemah ada sirip dorsal, 1 duri keras dan 6 durri lemah pada sirip anal, 9 duri sirip pectoral, 35 gurat sisi, 5.5 jumlah sisik dorsal menuju linea laterali, 4 buah sisik dari linea lateralis menju bagian abdomen, 12 sisik sebelum sirip doral dan 6 sisik batang ekor.

3.3.2        Osteochilus spirulus

Gambar 3.3 Osteochilus spirulus

Klasifikasi
Ordo                : Cypriniformes
Family             : Cyprinidae
Genus              : Osteochilus
Spesies            : Osteochilus spirulus
Identifikasi
Jumah sampel Osteochilus spirulus yaitu 1 ekor. Karakter morfologi yang dimiliki oleh Osteochilus spirulus yaitu memiliki 4 sungut masing-masing pasang sungut berada pada ujung moncong bagian atas dan bawah mulut. Memiliki 7 sirip anal, 1 sirip keras dan 7 sirip lemah bagian dorsal, 11 sirip pektoral, 9 sirip abdomen, 30 gurat sisi, 4.5 jumlah sisip antara sirip dorsal dan linea lateralis, dan 16 sisik pada batang ekor.
  
3.3.3        Rasbora volzi

Gambar 3.4 Rasbora volzi

Klasifikasi
Ordo                : Cypriniformes
Family             : Cyprinidae
Genus              :
Rasbora
Spesies            :
Rasbora volzi
Identifikasi
Jumlah sampel Rasbora volzi yaitu 10 ekor. Karakter morfologi yang dimiliki oleh Rasbora volzi yaitu terdpat 10 sirip dorsal, 7 sirip anal, 12 sirip pectoral, 9 sirip abdomen,12 jumlah sisik batang ekor, 12 sisir saring lengkug insang pertama, 32 gurat sisi, 7.22 mm lebar badan, 5.55 mm panjang kepala dan memiliki tipe mulut superior.
3.3.4        Puntius lineatus


Gambar 3.5 Puntius lineatus

Klasifikasi
Ordo                : Cypriniformes
Family             : Cyprinidae
Genus              :
Puntius
Spesies            :
Puntius lineatus
Identifikasi
Jumlah sampel Puntius lineatus yana digunakan adalah 10 ekor. Karakter morfologi yang dimiliki oleh Puntius lineatus yaitu memiliki 2 sungut, dengan gurat sisi 27 gurat sisi yang bertipe sempurna, 10 sirip dorsal,  sirip anal, 8 jari-jari bercabang sirip dorsal, 12 sisik punggung, 5 jari-jari bercabang siri anal, 7 sisik dari dorsal menuju linea lateralis dan 15 sisir lengkung insang pertama.
3.3.5        Channa striata

Gambar 3.6 Channa striata

Klasifikasi
Ordo                : Perciformes
Family             : Chanidae
Genus              : Channa
Spesies            : Channa striata
Identifikasi
Jumlah sampel Channa striata yang digunakan yaitu 1 ekor. Karater morfologi yang dimiliki oleh Channa striata yaitu memiliki 42 sirip dorsal, 24 sirip anal, 13 sirip eor, 5 sirip pectoral, 4.5 sisik dari bagian dorsal sampai gurat sisi, 52 gurat sisi, dengan panjang baku tubuh 28.61 cm dan jarak antara mata dna tutp insang yaitu 4.5 cm
3.3.6       

3.3.6 Puntigrus tetrazona

Gambar 3.7 Puntigrus tetrazona

Klasifikasi
Ordo                : Cypriniformes
Family             : Cyprinidae
Genus              :
Puntigrus
Spesies            :
Puntigrus tetrazona
Identifikasi
Jumlah sampel Puntigrus tetrazona yang digunakan yaitu 2 ekor. Karakter morfologi dari Puntigrus tetrazona menurut (Tedjo & Mira, Ikan Air Tawar di Ekosistem Bukit Tigapuluh, 2017) yaitu memiliki tubuh berwarna perak kekuningan, dilengkapi pola pita tegak berwarna gelap. Pita pertama ditemukan tegak vertikal pada elewati mata dan pita terakhir pada pangkal ekor. Memiliki gurat sisi yang tidak sempurna, dengan rasio tinggi badan dan anjang baku yaitu 1: 2.5. deskripsi meristik dari Puntigrus tetrazona yaitu memiliki 2 sirip keras dan 5-6 sirip lemah pada sirip dorsal, 4 sirip anal, 1 sirip kuat dan 7 sirip lemah bagian pelvic, 1 sirip keras dan 6 sirip lemah bagian pectoral dan 22-25 gurat sisi.



3.3      Morfologi dan Morfometri




Gambar 3.8 Pengukuran morfologi dan morfometri Leptobarbus melanopterus


Karakter morfometri yang dimiliki oleh Leptobarbus melanopterus yaitu panjang total : 115.33 mm, panjang standar : 75.73 mm, body depth : 24.67mm, lebar ekor : 39 mm, panjang predorsal : 27mm , panjang dorsal-basal : 11 mm, panjang ekor : 11.67 mm , tinggi sirip dorsal : 17.67 mm, tinggi sirip anal : 14 mm, panjang anal-basal : 6.67 mm, panjang sirip pectoral : 4 mm, pajang duri dorsal : 18.33 mm, panjang kepala : 88.33 mm , lebar kepala : 16.94 mm, panjang moncong : 4.4 mm, orbital : 9,79 mm, diameter bolamata : 6.63 mm, panjang rahang atas : 6.74 mm.
Karakter meristik yang dimiliki oleh Leptobarbus melanopterus  yaitu memiliki 1 duri keras dan 7 duri lemah ada sirip dorsal, 1 duri keras dan 6 durri lemah pada sirip anal, 9 duri sirip pectoral, 35 gurat sisi, 5.5 jumlah sisik dorsal menuju linea laterali, 4 buah sisik dari linea lateralis menju bagian abdomen, 12 sisik sebelum sirip doral dan 6 sisik batang ekor. Data yang telah didapatkan kemudian dilakukan analisis yang bersifat deskriptif berdasarkan ciri-ciri morfologis yang dimiliki.

3.4      Sistem Integumen

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, didapat beberapa tipe sisik ikan sebagai berikut :

Tabel 3.5.1 Tipe Sisik Pada Ikan



BAB IV

KESIMPULAN

4.1  Kesimpulan

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan maka didapat kesimpulan sebagai berikut :
a.       Karakter fenetik ikan yang berbeda-beda meskipun berasal dari ordo yang sama, karakter yang dimiliki oleh berbagai jenis ikan bisa bersifat umum ditemukan pada banyak ikan dan bisa bersifat khusus hanya ditemukan pada ikan tertentu.
b.      Ikan memiliki karakter morfometrik yang khas pada berbagai jenis.
c.       Tipe sisik ikan yang dominan ditemukan berbentuk sikloid, pada praktikum ini ditemukan pada ikan Leptobarbus melanopterus, Puntigrus tetrazona, Leptobarbus melanotaenia, dan Puntius lineatus sedangkan pada ikan hiu ditemukan tipe sisik plakoid.

DAFTAR PUSTAKA


Cristiar, S., Rima, S. T., & Hepi, Y. A. (2019). Jenis-Jenis Pakan Alami Leptobarbus melanopterus di Taman Nasiona Danau Sentarum Kabupaten Kapuas Hulu. Protobiont, 8(1), 6-12.
Festiana, J. F. (2013). Inventarisasi Ikan Hasil Tangkapan Nelayn Di Danau Bekat Dan Implementasinya Pembuatan Buklet Keanekragaman Jenis. Pontianak: Fakultas Keguruan Dan Ilme pengetahuan Universitas Tanjungpura.
Iwang, G. (2005). Pengelolaan Ekosistem Air Tawar di Danau. program pascasarjana Institut Pertanian Bogor.
Kottelat, M., S, W., SN, W., & Kartikasari. (1993). Freshwater Fishes of Western Indonesia and Sulawesi (Periplus Second Edition ed.). Jakarta: -.
Leo, S. (2018). Analisis Modal Sosia Dea Subah Dalam Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat di Danau Lait Kecamatan Tayan Hilir. surakarta: Prgram Pascsarjana Fakultas Keguruan dan Ilmu Pegetahuan Universitas Sebelas Maret.
Robert, T. R. (1989). The Freshwater Fishes of Western Borneo ( Kalimantan Barat Indonesia). San Francisco: California Academy of Sciences.
Tedjo, S., & Mira, M. (2017). Ikan Air Tawar di Ekosistem Bukit Tigapuluh. Sumatera: Yayasan Konservasi Ekonomi Hutan Sumatera dan Frankurt Zoologi Society.
Try, A. D., Qomariya, & Khalidah. (2015). penyebaran dan budidaya ikan air tawardi pulau jawa berbasis WEB. Prosiding SNST, 101.
Yuniarti, K., & Juliana. (2018). Aspek Biologis Dan Ekologis Ikan Manggabai. Gorontalo: ideas publishing.


LAMPIRAN KEGIATAN


Lampiran 1 kegiatan di lapangan

 
pemasangan bubu payung

 memancing di tepian danau 

Lampiran 2 analisis dan identifikasi di laboratorium


  
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BLOG

a.        Pengertian             blog merupakan jurnal yang disediakan pada oleh world wide web yang saling berhubungan dan dapat di akses melalui internet.             Weblog merupakan  teks dokumen, gambar, objek media dan data yang tersusun secara hierarkis dan menurut berurutan berdasarkan waktu  tertentu yang dapat dilihat melalui browser, karena blog merupakan perjalanan yang berkesinambungan dengan panduan logika yang berkelanjutan dan konsisten.             Blog merupakan publikasi secara periodik  dan tetap mengenai pemikiran masing-masing orang dan juga link web. b.       Tujuan dibuatnya blog 1.       Berbagi informasi 2.       Berniaga 3.       Meny...

Tunawicara

mungkinkah kita adalah dua orang berbeda dengan karakter yang sama ? antara pendiam atau memang masih kalah melawan ego masing-masing atau memang diantara kita sudah tidak ada ketertarikan untuk memperbaiki segalanya entahlah entahlah entahlah kita sungguh seperti dua orang yang cacat bicara lucu bukan dua orang yang pernah mengaku saling cinta, dengan mudah melupa lucu bukan yang dulunya selalu menjadi yang disematkan kini menjadi yang di sembunyikan aku jadi ragu apa cinta yang pernah kita hantarkan kepada hati masing-masing dulu benar adanya dapat dimaknai "mari saling memiliki dan saling menjaga" ataukah hanya "aku suka gaya rambutmu atau aku suka senyum manismu ?" mendadak aku menjadi ragu rencana-rencana yang sebelumnya patah lalu diperjuangkan kembali, lalu kini berserakan tanpa meninggalkan puing hanya debu yang berserakan debu yang terhirup dan menyesakkan, sembari arwah-arwah kenangan masih menghantui dan bergentayangan di pelupuk bayang...
JANGAN TANYA AKU DIMANA, AKU SENANTIASA ADA HANYA SAJA  SUDAH TAK  LAGI DI SUDUT DAMBA MATAMU OWH TIDAK-TIDAK MALAM INI AKU INGIN MENGAJAKMU BERKELANA KEDALAM ISI KEPALAKU YANG TAK KU PASTIKAN APAKAH IA BENAR-BENAR MASIH "BERISI" DIKSI ATAUKAH KESELURUHAN DARINYA ADALAH TENTANG LELAH FISIK YANG IA PENDAM  IA KELUARKAN HANYA DI SUDUT KAMAR POJOK KANAN DARI ARAH PINTU MASUK DUH LANGSUNG SAJA . . .  SUDIKAH PUAN ??? MENDENGAR SEDIKIT RINTIHAN ATAU MUNGKIN CEKIKIKAN YANG SEDIKIT BANYAK SANGAT BERHASIL AKU SEMBUNYIKAN ENTAH AKU HARUS BERTANYA APAKAH SECEPAT ITU HATIMU BERPALING ? BAHKAN TEMPE YANG KU GORENG SAJA PERLU RIBUAAN DETIK UNTUK BENAR-BENAR KU BALIKKAN (API KECIL, WKWK) ORANG TAU APA TENTANG APA YANG KAMU PERJUANGKAN  BELI  BAJU BARU DEMI NEMENIN SI DOI ? TERNYATA GA JADI KEMANA-MANA APA YANG KAMU RASAKAN KETIKA MEMBAYANGKAN ADA DI POSISI INI SUDAH-SUDAH TUGAS MU BUKAN UNTUK MENGEJA SETIAP EMOSI YANG AKU TULISKAN TUGASMU HANYA MENDENGARKAN DENGAN TELING...