Kopi hanyalah korban yang dijadikan kambing hitam diantara dua hati yang ingin bercengkerama
Senja dijadikan korban demi pujian-pujian yang kau puisikan untuk si buah hati
Apa susahnya kau puji langsung orangnya
Dan puisi kau tunjuk-tunjuk sebagai cermin dari segala kerinduan yang tak pernah berani kau sampaikan langsung kepada orangnya
Sederhana saja Sembari menunggu senja di lahap ujung bumi,
Mari nikmati kopi ini dengan obrolan santai
Kita mengakhiri tanpa pernah benar-benar sepakat memulai
Kita menyudahi obrolan tanpa pernah benar-benar menyapa dengan santai
Kita memutuskan menjadi buntu meski sebelumnya hari-hari dihujani temu
Kita benar-benar telah selesai meski tak pernah keluar kata usai
Kali ini aku memutuskan untuk meninggikan rela
Aku tak akan memaksa untuk bertahan
sebab aku pun memilih beranjak
aku tak bermaksud menahan
sebab akupun merasa hadirku kau sapa enggan
Tak mengapa yaaa
Dariku
Sehat-sehat disana
Tuhan yang maha baik akan senantiasa menjaga hambanya yang berbuat baik

Komentar
Posting Komentar